Pasar Tugu Probolinggo Sepi, Omzet PKL Anjlok

MAYANGAN, Radar Bromo- Kebijakan Pemkot Probolinggo meliburkan aktivitas Pasar Sabtu-Minggu (Tugu), berjalan efektif. Kawasan alun-alun yang setiap Minggu biasanya dipadati penjual dan warga, Minggu kemarin lengang. Namun, masih ada sejumlah warga yang masih berjualan seperti biasa.

Sejumlah warga juga masih berolahraga di sekitaran alun-alun. “Saya tetap ke sini untuk olahraga. Malah enak seperti ini, kondisi sepi. Jadi, nyaman buat jalan kaki, tidak terganggu pengunjung Pasar Minggu,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rahmawati, 20, di sekitar alun-alun, kemarin.

Namun, Rahma -sapaan Rahmawati- mengaku kasihan kepada pedagang jika terus ditutup. Mengingat, kegiatan Pasar Tugu merupakan tempat yang cukup menguntungkan untuk berjualan karena ramai pengunjung. “Tapi gimana lagi, Pasar Tugu ini juga banyak didatangi orang. Padahal, sekarang pemerintah sedang membatasi kerumunan massa,” ujarnya.

Tidak hanya pengunjung yang masih tetap datang ke alun-alun, sejumlah pedagang juga ada yang nekat berjualan. Salah satunya Aris. Pedagang gorengan ini masih tetap berjualan di Jalan Trunojoyo, meski kondisi sekitar alun-alun sepi. “Sudah tahu sebenarnya soal edaran dari Wali Kota, tapi bagaimana lagi, ini pekerjaan satu-satunya. Tapi, hasilnya memang anjlok untuk omzet hari Minggu ini,” ujarnya.

Biasanya, saat Minggu, Aris mengaku bisa memperoleh penghasilan kotor sampai Rp 600 ribu. Namun, kemarin sampai pukul 10.00, penghasilan kotornya tidak sampai Rp 200 ribu. “Ini nanti pukul 12.00 paling pulang. Biasanya setiap hari saya jualan di depan penjara (Lembaga Pemasyarakatan Kota Probolinggo), tapi dua minggu ini ditutup dari kegiatan kunjungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi membenarkan masih adanya pedagang yang tetap berjualan di area alun-alun, meski sudah ada edaran tentang Pasar Tugu libur. “Tadi, sudah saya ingatkan kepada pedagang untuk tidak berjualan dulu. Khawatir ada penularan korona. Termasuk kepada pedagang buah, kami arahkan berjualan di Sentra PKL Buah Mastrip,” ujarnya. (put/rud)