alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Beton Akses Jalan di Dua Dusun Desa Pesawahan

Sesuai mekanisme, dana ratusan juta itu akan disalurkan tiap bulan selama 1 tahun. Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat BLT sebesar Rp 300 ribu dalam setiap bulannya. “Seperti tahun sebelumnya, tiap bulan masing-masing KPM akan mendapat 300 ribu,” ujar Sekretaris Desa Pesawahan, Sahar.

Ia menjelaskan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Pesawahan tahun ini ada 196 KPM, dari tahun lalu yang hanya 75. Mereka tersebar di semua dusun. Dibandingkan tahun lalu, jumlahnya meningkat. Sebab alokasi DD yang diterima Pemdes Pesawahan Juga meningkat.

“Kami sesuaikan dengan dana desa tahun ini yang kami terima. Yang jelas untuk BLT DD pagunya 40 persen. Itu juga sesuai dengan Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun 2022,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sesuai Perpres tersebut, 60 persen dana desa lainnya digunakan untuk kegiatan lainnya. Yakni, 20 persen untuk program ketahanan pangan, 8 persen untuk dukungan pendanaan penanganan Covid-19 dan 32 persen untuk kegiatan lainnya. Di antaranya kegiatan Posyandu, TP-PKK , rehab, dan lain-lain. (dic/fun/*)

Sesuai mekanisme, dana ratusan juta itu akan disalurkan tiap bulan selama 1 tahun. Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat BLT sebesar Rp 300 ribu dalam setiap bulannya. “Seperti tahun sebelumnya, tiap bulan masing-masing KPM akan mendapat 300 ribu,” ujar Sekretaris Desa Pesawahan, Sahar.

Ia menjelaskan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Pesawahan tahun ini ada 196 KPM, dari tahun lalu yang hanya 75. Mereka tersebar di semua dusun. Dibandingkan tahun lalu, jumlahnya meningkat. Sebab alokasi DD yang diterima Pemdes Pesawahan Juga meningkat.

“Kami sesuaikan dengan dana desa tahun ini yang kami terima. Yang jelas untuk BLT DD pagunya 40 persen. Itu juga sesuai dengan Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun 2022,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sesuai Perpres tersebut, 60 persen dana desa lainnya digunakan untuk kegiatan lainnya. Yakni, 20 persen untuk program ketahanan pangan, 8 persen untuk dukungan pendanaan penanganan Covid-19 dan 32 persen untuk kegiatan lainnya. Di antaranya kegiatan Posyandu, TP-PKK , rehab, dan lain-lain. (dic/fun/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/