alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Lempar 2 Warga hingga Terluka di Pangsud, ODGJ Diamankan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Petugas Satpol PP Kota Probolinggo terpaksa mengamankan seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Senin (22/2). Sebab, ODGJ itu mengamuk dan melempar-lempar batu. Akibatnya, dua warga terluka terkena lemparan.

ODGJ laki-laki yang tidak diketahui identitasnya ini melempar batu bertubi-tubi ke arah Jalan Panglima Sudirman, sekitar pukul 13.00. Tidak jauh dari perlintasan rel kereta api di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Lemparan pertama mengenai kepala seorang pembeli sangkar burung di dekat rel KA. Tidak lama setelah itu, ODGJ tersebut kembali melempar batu dan mengenai pengunjung warung makan yang berada di lokasi tersebut. Dua orang yang sedang makan pun terkena lemparan.

Hasan, seorang pemilik warung mengungkapkan bahwa salah satu orang yang terkena lemparan sampai berdarah di bagian bawah matanya. Dia pun membantu membersihkan luka orang tersebut.

“Orang gila itu membawa sebuah wadah berisi batu dan tiba-tiba melempar batu dari seberang jalan,” ujarnya.

Tidak berselang lama, satu unit mobil Satpol PP Kota Probolinggo datang ke lokasi. Petugas lantas mengamankan ODGJ tersebut sekitar 300 meter dari lokasi dia melempar batu.

ODGJ itu sempat lari saat petugas Satpol PP datang. Petugas bahkan sampai kewalahan mengejar. Begitu berhasil diamankan, ODGJ itu dimasukkan ke mobil khusus Satpol PP dengan didampingi petugas.

Plt Kasie Operasi Satpol PP Kota Probolinggo Ariston membenarkan penangkapan ODGJ tersebut. Menurutnya, ODGJ tersebut sudah sering terjaring petugas.

“Tapi baru tadi mengamuk. ODGJ langsung dibawa ke selter Dinsos,” terangnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi memastikan, tidak ada perlawanan dari ODGJ tersebut. Laki-laki tanpa identitas itu kemudian diamankan ke selter Dinas Sosial.

“Dia ini tipe orang gila lama. Orang gila lama biasanya tidak melawan saat dibawa petugas. Beda dengan orang gila baru. Seperti orang dengan gejala depresi cenderung melawan saat dibawa petugas,” tambahnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Petugas Satpol PP Kota Probolinggo terpaksa mengamankan seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Senin (22/2). Sebab, ODGJ itu mengamuk dan melempar-lempar batu. Akibatnya, dua warga terluka terkena lemparan.

ODGJ laki-laki yang tidak diketahui identitasnya ini melempar batu bertubi-tubi ke arah Jalan Panglima Sudirman, sekitar pukul 13.00. Tidak jauh dari perlintasan rel kereta api di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Lemparan pertama mengenai kepala seorang pembeli sangkar burung di dekat rel KA. Tidak lama setelah itu, ODGJ tersebut kembali melempar batu dan mengenai pengunjung warung makan yang berada di lokasi tersebut. Dua orang yang sedang makan pun terkena lemparan.

Mobile_AP_Half Page

Hasan, seorang pemilik warung mengungkapkan bahwa salah satu orang yang terkena lemparan sampai berdarah di bagian bawah matanya. Dia pun membantu membersihkan luka orang tersebut.

“Orang gila itu membawa sebuah wadah berisi batu dan tiba-tiba melempar batu dari seberang jalan,” ujarnya.

Tidak berselang lama, satu unit mobil Satpol PP Kota Probolinggo datang ke lokasi. Petugas lantas mengamankan ODGJ tersebut sekitar 300 meter dari lokasi dia melempar batu.

ODGJ itu sempat lari saat petugas Satpol PP datang. Petugas bahkan sampai kewalahan mengejar. Begitu berhasil diamankan, ODGJ itu dimasukkan ke mobil khusus Satpol PP dengan didampingi petugas.

Plt Kasie Operasi Satpol PP Kota Probolinggo Ariston membenarkan penangkapan ODGJ tersebut. Menurutnya, ODGJ tersebut sudah sering terjaring petugas.

“Tapi baru tadi mengamuk. ODGJ langsung dibawa ke selter Dinsos,” terangnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi memastikan, tidak ada perlawanan dari ODGJ tersebut. Laki-laki tanpa identitas itu kemudian diamankan ke selter Dinas Sosial.

“Dia ini tipe orang gila lama. Orang gila lama biasanya tidak melawan saat dibawa petugas. Beda dengan orang gila baru. Seperti orang dengan gejala depresi cenderung melawan saat dibawa petugas,” tambahnya. (put/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2