alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Shelter–Kios di Lokasi Wisata P30 Dimanfaatkan BUMDes jadi Cafe

SUMBER, Radar Bromo – Keberadaan fasilitas yang telah dibangun pada wisata Pundak Lembu atau P30, kini lebih dimaksimalkan. Shelter yang disedianya dibuat untuk tempat istirahat, kini dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonokerso sebagai cafe.

Pemanfaatan ini bukan tanpa alasan. Beberapa bulan pasca diresmikan, belum tersedia warung yang bisa dijadikan tempat oleh wisatawan. Hal ini membuat pengelola tergerak untuk memaksimalkan tempat potensial untuk membangun cafe sekaligus tempat untuk bersantai.

“Banyak pengunjung yang kehabisan makanan dan minuman saat berkunjung. Jari kami rasa perlu ada warung atau cafe yang bisa dimanfaatkan pengunjung saat lapar atau ingin bersantai,” ujar Koordinator Lapangan P30, Sudir Supriyadi.

Dengan memanfaatkan shelter 2 yang memiliki panorama indah, lanjut Sudir, kemudian BUMDes mulai menjalankan usaha tersebut. Memanfaatkan potensi alam yang kemudian disajikan untuk bersantai pengunjung.

“Kami hanya ingin membuat pengunjung merasa nyaman. Hal ini juga akan berdampak pada jumlah wisatawan. Saat ini sudah lumayan banyak yang datang, utamanya saat turun dari puncak P30,” katanya.

Sementara itu Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Musa mendukung pemanfaatan fasilitas yang belum digunakan. Terlebih lagi pemanfaatan dilakukan untuk memberikan kepuasan dan kenyamanan pada pengunjung yang datang.

“Iya shelter dan beberapa kios di P30 sudah mulai dimanfaatkan oleh pengelola bersama BUMDes. Itu hal yang baik dan perlu dikembangkan agar pengunjung nyaman,” katanya.

Disinggung terkait dengan retribusi yang akan ditarik. Musa menuturkan, sampai hari ini masih belum ditarik. Sebab masih melihat tingkat kunjungan wisatawan di warung atau kios yang telah dimanfaatkan. Namun demikian nanti tetap akan diberlakukan sistem sewa tempat agar pemanfaatan dapat berkontribusi pada PAD sektor wisata.

“Sementara saat ini masih belum ada penarikan. Biar dikelola dan berkembang dulu. Setelah dilakukan evaluasi nantinya mungkin akan dilakukan penarikan uang sewa, nominalnya pun tidak banyak,” ujar Musa. (ar/fun)

SUMBER, Radar Bromo – Keberadaan fasilitas yang telah dibangun pada wisata Pundak Lembu atau P30, kini lebih dimaksimalkan. Shelter yang disedianya dibuat untuk tempat istirahat, kini dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wonokerso sebagai cafe.

Pemanfaatan ini bukan tanpa alasan. Beberapa bulan pasca diresmikan, belum tersedia warung yang bisa dijadikan tempat oleh wisatawan. Hal ini membuat pengelola tergerak untuk memaksimalkan tempat potensial untuk membangun cafe sekaligus tempat untuk bersantai.

“Banyak pengunjung yang kehabisan makanan dan minuman saat berkunjung. Jari kami rasa perlu ada warung atau cafe yang bisa dimanfaatkan pengunjung saat lapar atau ingin bersantai,” ujar Koordinator Lapangan P30, Sudir Supriyadi.

Dengan memanfaatkan shelter 2 yang memiliki panorama indah, lanjut Sudir, kemudian BUMDes mulai menjalankan usaha tersebut. Memanfaatkan potensi alam yang kemudian disajikan untuk bersantai pengunjung.

“Kami hanya ingin membuat pengunjung merasa nyaman. Hal ini juga akan berdampak pada jumlah wisatawan. Saat ini sudah lumayan banyak yang datang, utamanya saat turun dari puncak P30,” katanya.

Sementara itu Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Musa mendukung pemanfaatan fasilitas yang belum digunakan. Terlebih lagi pemanfaatan dilakukan untuk memberikan kepuasan dan kenyamanan pada pengunjung yang datang.

“Iya shelter dan beberapa kios di P30 sudah mulai dimanfaatkan oleh pengelola bersama BUMDes. Itu hal yang baik dan perlu dikembangkan agar pengunjung nyaman,” katanya.

Disinggung terkait dengan retribusi yang akan ditarik. Musa menuturkan, sampai hari ini masih belum ditarik. Sebab masih melihat tingkat kunjungan wisatawan di warung atau kios yang telah dimanfaatkan. Namun demikian nanti tetap akan diberlakukan sistem sewa tempat agar pemanfaatan dapat berkontribusi pada PAD sektor wisata.

“Sementara saat ini masih belum ada penarikan. Biar dikelola dan berkembang dulu. Setelah dilakukan evaluasi nantinya mungkin akan dilakukan penarikan uang sewa, nominalnya pun tidak banyak,” ujar Musa. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/