Pohon Rimbun, Pedagang di TPS Pasar Baru Waswas

SEMPIT: Pohon perindangan di Jalan Niaga, Kota Probolinggo, semakin rimbun dan belum dikepras. Memasuki musim hujan, warga khawatir terjadi pohon tumbang. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Memasuki musim hujan, sejumlah pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo yang menempati tempat penampungan sementara (TPS) waswas. Sebab, kondisi dahan pepohonan di sekitar TPS cukup rimbun. Mereka khawatirkan terjadi hujan deras disertai angin hingga membuat pohon tumbang.

Salah satu pedagang Pasar Baru Kota probolinggo, Nur Sari, 40, mengaku khawatir dengan tingginya pohon di sekitar TPS. Sampai saat ini belum ada pemotongan pohon, padahal kalau hujan deras rawan tumbang. “Yang dipotong baru pohon yang di Jalan Panglima Sudirman. Kalau yang di Jalan Niaga ini belum diapa-apakan. Padahal, sudah ada yang rantingnya sampai ke atap TPS,” ujarnya.

Namun, melihat Jalan Niaga yang sesak dengan TPS, Nur melihat petugas akan kesulitan untuk memangkas pohonnya. “Kecuali kalau dipotong manual, mungkin bisa. Kalau mobil khusus, jelas akan sulit untuk masuk ke Jalan Niaga yang sempit,” ujarnya.

Adanya keluhan pedagang direspons positif oleh Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Neli. Ia memastikan akan segera memotong pohon di atas TPS Pasar Baru.

Namun, ia mengakui memang ada kendala untuk memotongnya. Jalan Niaga yang sempit, menyulitkan akses skywalker. “Rencana memang akan dilakukan pemotongan. Sementara ini yang sudah dipotong yang di Jalan Panglima Sudirman,” ujarnya.

Neli mengaku, akan melakkan survei sebelum memotong pohon di Jalan Niaga. Menurutnya, jika ada pedagang atau warga sekitar yang merasa khawatir dengan kondisi pohon yang terlalu rimbun, pihaknya mempersilakan untuk mengeprasnya.

“Silakan jika mau melakukan pengeprasan pohon di sana supaya aman. Tapi, tetap kami akan melakukan pemotongan pohon di sana setelah disurvei,” ujarnya. (put/rud)