alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Distribusi Kartu Tani di Kab Probolinggo Tak Capai Separo

DRINGU, Radar Bromo – Penyaluran Kartu Tani di Kabupaten Probolinggo, butuh perhatian serius. Tahun ini targetnya bisa menyalurkan 65.000 Kartu Tani. Namun, sejauh ini belum mencapai separo. Penyalurannya mandek sejak Maret lalu.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, telah meng-update data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) 2022. Karenanya, penyaluran Kartu Tani akan kembali dilakukan.

Evaluasi juga terus dilakukan. Penyaluran Kartu Tani, sebelumnya kendala teknis dan kebijakan di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, target penyaluran tahun ini terancam tidak tercapai.

“Bertahap sekitar 30.000 keping Kartu Tani didistribusikan kepada petani di 24 kecamatan pada Maret lalu. Belum mencapai target. Ini masih kami upayakan dengan berkoodinasi dengan pihak perbankan yang ditunjuk,” ujar Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi.

Data terbaru petani yang masuk e-RDKK 2022, tercatat ada 133.724 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan e-RDKK 2021. Saat itu, terdapat 135.043 petani. Jumlah petani berkurang 0,97 persen atau 1.319 orang.

Untuk melanjutkan penyaluran Kartu Tani, Arif mengaku akan mengecek siapa saja yang sudah menerimanya. Yang belum akan didata berdasarkan asal tempat tinggalnya untuk memudahkan pendataan. Data itu akan dijadikan acuan penerbitan Kartu Tani baru.

“Kami hanya penyedia data. Selanjutnya pihak perbankan sebagai eksekutor. Kami juga akan mengecek Kartu Tani yang sudah selesai dibuat dan belum diambil pemiliknya, sehingga tidak terbit kartu ganda,” jelasnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Penyaluran Kartu Tani di Kabupaten Probolinggo, butuh perhatian serius. Tahun ini targetnya bisa menyalurkan 65.000 Kartu Tani. Namun, sejauh ini belum mencapai separo. Penyalurannya mandek sejak Maret lalu.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, telah meng-update data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) 2022. Karenanya, penyaluran Kartu Tani akan kembali dilakukan.

Evaluasi juga terus dilakukan. Penyaluran Kartu Tani, sebelumnya kendala teknis dan kebijakan di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, target penyaluran tahun ini terancam tidak tercapai.

“Bertahap sekitar 30.000 keping Kartu Tani didistribusikan kepada petani di 24 kecamatan pada Maret lalu. Belum mencapai target. Ini masih kami upayakan dengan berkoodinasi dengan pihak perbankan yang ditunjuk,” ujar Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi.

Data terbaru petani yang masuk e-RDKK 2022, tercatat ada 133.724 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan e-RDKK 2021. Saat itu, terdapat 135.043 petani. Jumlah petani berkurang 0,97 persen atau 1.319 orang.

Untuk melanjutkan penyaluran Kartu Tani, Arif mengaku akan mengecek siapa saja yang sudah menerimanya. Yang belum akan didata berdasarkan asal tempat tinggalnya untuk memudahkan pendataan. Data itu akan dijadikan acuan penerbitan Kartu Tani baru.

“Kami hanya penyedia data. Selanjutnya pihak perbankan sebagai eksekutor. Kami juga akan mengecek Kartu Tani yang sudah selesai dibuat dan belum diambil pemiliknya, sehingga tidak terbit kartu ganda,” jelasnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/