alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Sapi Raib saat Ditinggal Makan, Padahal Mau Dipakai Buat Hajatan

WONOASIH, Radar Bromo – Aksi pencurian hewan tak hanya marak di wilayah Kabupaten Probolinggo. Pagi (21/11) kemarin, warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, menjadi korban. Yang bikin sedih, sapi itu sejatinya menjadi tabungan untuk tambahan biaya pernikahan anak korban.

Adalah Sukur, 65, yang menjadi korban pencurian tersebut. Informasinya, sapi miliknya dicuri sekitar pukul 04.00. Pelaku diduga menggunakan mobil warna silver.

Saat ditemui di rumahnya, Sukur mengaku sapi yang dicuri tersebut baru ia beli 3 bulan lalu seharga Rp 15 juta. Jika ditaksir harga sapinya yang hilang saat ini sekitar Rp 17 juta.

“Saya buruh tani, tapi kan sekarang jarang ada yang menyuruh. Akhirnya untuk keperluan hidup saya ternak sapi. Jadi, jika tidak punya uang, sapinya saya jual dan belikan yang lebih kecil, sisanya untuk makan. Nah, yang ini (sapi, Red) rencananya mau saya pakai jika anak saya nikah. Sehingga biaya salon (sound system) dan lainnya dari penjualan sapi ini,” katanya pria satu anak itu.

Sukur mengaku, tiap malam dia menjaga kandang sapi yang tepat berada di depan rumahnya. Dini hari kemarin, Sukur hendak mengambil pepaya di dalam rumah untuk dimakan. “Saya hanya masuk rumah sebentar untuk ambil pepaya, saat di dapur saya mendengar suara glodak sebanyak dua kali. Saya pikir kucing yang ada di atap. Setelah ambil kates, saya duduk di depan rumah sambil makan pepaya. Saat itu tidak terlihat ada orang sama sekali,” katanya.

APES: Sukur mengaku sapi yang dicuri sejatinya mau dipakai untuk hajatan nikah anaknya. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, saudaranya ada yang melihat dari jendela ada sebuah mobil warna silver yang melaju cukup kencang. Setelah diperiksa, ternyata mobil mencuri sapi miliknya. “Saya masuk kurang dari 5 menit dan saya keluar lagi duduk di depan. Rupanya pelaku setelah mengambil sapi, langsung menutup pintunya lagi. Makanya saya tidak curiga sama sekali, soalnya pintunya tetap tertutup,” katanya.

Lantaran pelaku mengendarai mobil, maka ia memutuskan untuk tidak melakukan pengejaran. “Saya ada motor tapi saya tidak begitu mahir membawanya. Kalau pelakunya tidak membawa mobil, mungkin saya masih kejar. Tapi saya tetap laporan ke polisi dan sudah datang ke sini juga (Olah TKP),” tambahnya.

Terpisah Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengatakan, saat menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan. Saat ini petugas masih terus menyelidiki kasus pencurian sapi tersebut.

“Kami sudah datangi lokasi untuk lakukan olah TKP. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan guna mengungkap aksi tersebut. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun kami akan berupaya,” tandas Kompol Kuzaini. (rpd/fun)

WONOASIH, Radar Bromo – Aksi pencurian hewan tak hanya marak di wilayah Kabupaten Probolinggo. Pagi (21/11) kemarin, warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, menjadi korban. Yang bikin sedih, sapi itu sejatinya menjadi tabungan untuk tambahan biaya pernikahan anak korban.

Adalah Sukur, 65, yang menjadi korban pencurian tersebut. Informasinya, sapi miliknya dicuri sekitar pukul 04.00. Pelaku diduga menggunakan mobil warna silver.

Saat ditemui di rumahnya, Sukur mengaku sapi yang dicuri tersebut baru ia beli 3 bulan lalu seharga Rp 15 juta. Jika ditaksir harga sapinya yang hilang saat ini sekitar Rp 17 juta.

“Saya buruh tani, tapi kan sekarang jarang ada yang menyuruh. Akhirnya untuk keperluan hidup saya ternak sapi. Jadi, jika tidak punya uang, sapinya saya jual dan belikan yang lebih kecil, sisanya untuk makan. Nah, yang ini (sapi, Red) rencananya mau saya pakai jika anak saya nikah. Sehingga biaya salon (sound system) dan lainnya dari penjualan sapi ini,” katanya pria satu anak itu.

Sukur mengaku, tiap malam dia menjaga kandang sapi yang tepat berada di depan rumahnya. Dini hari kemarin, Sukur hendak mengambil pepaya di dalam rumah untuk dimakan. “Saya hanya masuk rumah sebentar untuk ambil pepaya, saat di dapur saya mendengar suara glodak sebanyak dua kali. Saya pikir kucing yang ada di atap. Setelah ambil kates, saya duduk di depan rumah sambil makan pepaya. Saat itu tidak terlihat ada orang sama sekali,” katanya.

APES: Sukur mengaku sapi yang dicuri sejatinya mau dipakai untuk hajatan nikah anaknya. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, saudaranya ada yang melihat dari jendela ada sebuah mobil warna silver yang melaju cukup kencang. Setelah diperiksa, ternyata mobil mencuri sapi miliknya. “Saya masuk kurang dari 5 menit dan saya keluar lagi duduk di depan. Rupanya pelaku setelah mengambil sapi, langsung menutup pintunya lagi. Makanya saya tidak curiga sama sekali, soalnya pintunya tetap tertutup,” katanya.

Lantaran pelaku mengendarai mobil, maka ia memutuskan untuk tidak melakukan pengejaran. “Saya ada motor tapi saya tidak begitu mahir membawanya. Kalau pelakunya tidak membawa mobil, mungkin saya masih kejar. Tapi saya tetap laporan ke polisi dan sudah datang ke sini juga (Olah TKP),” tambahnya.

Terpisah Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengatakan, saat menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan. Saat ini petugas masih terus menyelidiki kasus pencurian sapi tersebut.

“Kami sudah datangi lokasi untuk lakukan olah TKP. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan guna mengungkap aksi tersebut. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun kami akan berupaya,” tandas Kompol Kuzaini. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/