alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Monday, 30 November 2020

Harga Anjlok, Petani Sayur di Sumber Pilih Diamkan Lahan

SUMBER, Radar Bromo – Harga sayur di tingkat petani di Kabupaten Probolinggo, tetap terpuruk. Karenanya, banyak petani sayur yang memilih menunda masa tanam. Selain harga tak kunjung naik, biaya produksi diprediksi akan besar karena mahalnya harga pupuk.

Petani asal Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo Sudir Supriyadi mengatakan, harga sayur di tingkat petani tidak ada perubahan. Seperti, harga kubis masih sama, hanya Rp 200 per kilogram. Bahkan, ada yang hanya Rp 150 per kilogram.

Sedangkan, bawang prei sekitar Rp 3.500 per kilogram dan kentang sekitar Rp 7.000 per kilogram. “Harganya tetap. Padahal, sudah ganti bulan. Tetapi tidak ada perubahan mengenai harga,” ujarnya.

Menurutnya, karena harga yang tidak kunjung naik, banyak petani yang memilih tidak memanen tanamannya. Serta, ada yang memilih membiarkan lahannya kosong tanpa tanaman. Itu dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “Memilih tidak tanam itu karena modalnya belum balik. Biaya produksi untuk tanaman sayur juga tinggi. Jadi, istirahat sementara sambal menunggu harga naik,” jelasnya.

Hal senada diutarakan Cuwik, petani asal Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Menurutnya, karena tidak ada perubahan harga, petani banyak yang rugi. “Banyak yang rugi. Kalau kubis sudah pasti. Dan untuk kentang, hanya balik modal, tidak ada keuntungannya,” ujarnya.

Menuurutnya, di daerahnya, petani yang memilih tidak mulai menanam atau membiarkan lahannya kosong mayoritas petani kubis. Sebab, mereka kesulitan modal dan masih khawatir harganya tetap terpuruk. Sehingga, memilih beristirahat tidak menanam. “Harapan kami tentunya harga stabil. Jika begini terus, kami pasrah. Tidak ada penghasilan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Didik Tulus mengatakan, saat ini produksi sayur agak meningkat. Di lain pihak, pemasarannya agak sulit ke luar kota dengan alasan pandemi Covid-19. “Sehingga, dijual di pasaran lokal yang kebutuhan konsumen sebetulnya tidak begitu besar,” ujarnya. (sid/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Tak Kenal Maka Tak Kebal Bukan Sekadar Jargon

Vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik atau khusus untuk dapat melawan penyakit tertentu.

Kembang Kempis Kerajinan Perak di Gajahbendo, Kecamatan Beji

Kerajinan perak sempat menjadi primadona di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, puluhan warga setempat menggantungkan hidupnya dari industri perak. Namun, kondisinya saat ini berubah.

Bawaslu Limpahkan Laporan Skor Debat ke Polres

Bawaslu Kota Pasuruan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran pilkada terkait adanya skor debat kedua Pilwali Pasuruan 2020, memenuhi syarat formil dan materil.

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.