alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Kepala BPPKAD Kota Probolinggo: Honor PTT Pemkot Naik Tahun Depan

KANIGARAN, Radar Bromo – Ratusan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) di lingkungan Disdikbud Kota Probolinggo bisa bernapas lega. Rencana Pemkot Probolinggo menaikkan honor mereka disetujui DPRD.

Namun, kini masih menunggu pengesahan Perubahan APBD 2021. Setelah didok, mereka akan menerima tambahan honor Rp 200 ribu per bulan. Tambahan itu akan dihitung mulai April 2021.

DPRD juga mendorong eksekutif juga menaikkan honor PTT di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Tak hanya di lingkungan Disdikbud. Seperti disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi.

Menurutnya, kebijakan menaikkan honor GTT-PTT disetujui DPRD dalam pembahasan Perubahan APBD 2021. Honor yang sejatinya harus cair sejak April 2021 itu, nantinya akan dirapel.

Hanya saja, kata Sibro, kebijakan itu mengebiri PTT di OPD lain. Karena, kenaikan ini hanya berlaku bagi GTT-PTT yang mendapatkan honor dari Bosda. “Kenaikan hanya untuk GTT-PTT di sekolah. Kami sejatinya sudah mendorong agar menaikkan semua non-ASN. Baik yang di sekolah atau di dinas lain,” ujarnya, Selasa (21/9).

Namun, kata Sibro, dalam pembahasan di Badan Anggaran, usulan DPRD itu belum disetujui wali kota. Yang disetujui baru kenaikan honor untuk GTT-PTT. “Kami dorong agar menaikkan kembali Setidaknya mulai tahun 2022. Baik yang status PTT maupun kontrak atau K2. Karena, kesejahteraan mereka juga wajib diperjuangkan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Wawan Soegyantono mengatakan, rencananya honor PTT dan tenaga kontrak tahun depan akan dinaikkan. Namun, ia belum berani memastikan besarnya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Ratusan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) di lingkungan Disdikbud Kota Probolinggo bisa bernapas lega. Rencana Pemkot Probolinggo menaikkan honor mereka disetujui DPRD.

Namun, kini masih menunggu pengesahan Perubahan APBD 2021. Setelah didok, mereka akan menerima tambahan honor Rp 200 ribu per bulan. Tambahan itu akan dihitung mulai April 2021.

DPRD juga mendorong eksekutif juga menaikkan honor PTT di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Tak hanya di lingkungan Disdikbud. Seperti disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi.

Menurutnya, kebijakan menaikkan honor GTT-PTT disetujui DPRD dalam pembahasan Perubahan APBD 2021. Honor yang sejatinya harus cair sejak April 2021 itu, nantinya akan dirapel.

Hanya saja, kata Sibro, kebijakan itu mengebiri PTT di OPD lain. Karena, kenaikan ini hanya berlaku bagi GTT-PTT yang mendapatkan honor dari Bosda. “Kenaikan hanya untuk GTT-PTT di sekolah. Kami sejatinya sudah mendorong agar menaikkan semua non-ASN. Baik yang di sekolah atau di dinas lain,” ujarnya, Selasa (21/9).

Namun, kata Sibro, dalam pembahasan di Badan Anggaran, usulan DPRD itu belum disetujui wali kota. Yang disetujui baru kenaikan honor untuk GTT-PTT. “Kami dorong agar menaikkan kembali Setidaknya mulai tahun 2022. Baik yang status PTT maupun kontrak atau K2. Karena, kesejahteraan mereka juga wajib diperjuangkan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Wawan Soegyantono mengatakan, rencananya honor PTT dan tenaga kontrak tahun depan akan dinaikkan. Namun, ia belum berani memastikan besarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU