alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Total Sudah 20.799 Penerima Bantuan Pangan Dinonaktifkan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo terus berupaya memberikan Bantuan Pangan Non Tunai secara tepat. Salah satunya melalui penonaktifan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sejauh ini sebanyak 20.799 KPM yang telah dinonaktifkan.

Koordinator BPNT Dinas Sosial Mustahiqul Ilmi mengatakan, KPM yang telah dinonaktifkan telah melalui beberapa pertimbangan. Sehingga mengharuskan KPM dicoret dari daftar penerima bantuan. Sehingga kemudian akan dialihkan kepada KPM lain yang lebih berhak.

“Kami tidak serta merta menonaktifkan, sudah ada pertimbangan yang dilakukan. Dan kesimpulannya perlu dikeluarkan dari daftar penerima,” tandasnya.

Pertimbangan yang dilakukan salah satunya adalah terdapatnya data ganda sebagai penerimaan bantuan. Sehingga data yang ada perlu dilakukan pembaharuan dan salah satunya harus dihapus. “Masih dimungkinkan data ganda, ini hanya diambil salah satunya tidak boleh dobel,” tandasnya.

Selain terdapat data ganda, penonaktifan KPM BPNT juga dapat dilakukan jika KPM dikategorikan sebagai keluarga yang telah mampu. Data ini diperoleh berdasarkan hasil musyawarah desa saat melakukan pembahasan calon penerima bantuan.

“Sebenarnya dasar pemberian bantuan dari musyawarah desa, kemudian muncul daftar nama yang berhak mendapatkan bantuan. Sebab pihak desa yang mengetahui persis kondisi warga sebagai calon penerima,” katanya.

Untuk memperoleh data yang akurat, dilakukan finalisasi data sebelum penyaluran bantuan dilaksanakan. Dalam satu tahun dilakukan sebanyak 4 kali finalisasi data penerima bantuan yang kemudian akan diproses lebih lanjut, hingga muncul calon penerima bantuan yang berhak.

Tindakan ini agar penerima BPNT tepat sasaran, tepat kepada orang yang berhak menerima. Koordinasi dengan desa juga dilakukan dengan intens. Sebagai antisipasi permasalahan yang dapat timbul dikemudian hari.

“Data dari desa kemudian diproses hingga masuk data Kemensos. Jadi, prosesnya berjenjang. Dapat atau tidaknya nanti pusat yang menentukan, kami hanya menyiapkan data,” tandasnya. (ar/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo terus berupaya memberikan Bantuan Pangan Non Tunai secara tepat. Salah satunya melalui penonaktifan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sejauh ini sebanyak 20.799 KPM yang telah dinonaktifkan.

Koordinator BPNT Dinas Sosial Mustahiqul Ilmi mengatakan, KPM yang telah dinonaktifkan telah melalui beberapa pertimbangan. Sehingga mengharuskan KPM dicoret dari daftar penerima bantuan. Sehingga kemudian akan dialihkan kepada KPM lain yang lebih berhak.

“Kami tidak serta merta menonaktifkan, sudah ada pertimbangan yang dilakukan. Dan kesimpulannya perlu dikeluarkan dari daftar penerima,” tandasnya.

Pertimbangan yang dilakukan salah satunya adalah terdapatnya data ganda sebagai penerimaan bantuan. Sehingga data yang ada perlu dilakukan pembaharuan dan salah satunya harus dihapus. “Masih dimungkinkan data ganda, ini hanya diambil salah satunya tidak boleh dobel,” tandasnya.

Selain terdapat data ganda, penonaktifan KPM BPNT juga dapat dilakukan jika KPM dikategorikan sebagai keluarga yang telah mampu. Data ini diperoleh berdasarkan hasil musyawarah desa saat melakukan pembahasan calon penerima bantuan.

“Sebenarnya dasar pemberian bantuan dari musyawarah desa, kemudian muncul daftar nama yang berhak mendapatkan bantuan. Sebab pihak desa yang mengetahui persis kondisi warga sebagai calon penerima,” katanya.

Untuk memperoleh data yang akurat, dilakukan finalisasi data sebelum penyaluran bantuan dilaksanakan. Dalam satu tahun dilakukan sebanyak 4 kali finalisasi data penerima bantuan yang kemudian akan diproses lebih lanjut, hingga muncul calon penerima bantuan yang berhak.

Tindakan ini agar penerima BPNT tepat sasaran, tepat kepada orang yang berhak menerima. Koordinasi dengan desa juga dilakukan dengan intens. Sebagai antisipasi permasalahan yang dapat timbul dikemudian hari.

“Data dari desa kemudian diproses hingga masuk data Kemensos. Jadi, prosesnya berjenjang. Dapat atau tidaknya nanti pusat yang menentukan, kami hanya menyiapkan data,” tandasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/