alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Terimbas PPKM, Masih Godok Bantuan untuk 366 Pedagang Pasar Tugu

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Probolinggo, telah dilaksanakan sejak 3 Juli lalu. Namun, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo baru menggodok untuk memberikan bantuan terhadap pedagang. Khususnya mereka yang selama ini berjualan di Pasar Tugu.

Dari data DKUPP, ada 366 pedagang yang berjualan di Pasar Tugu. Mereka direncanakan mendapatkan bantuan Rp 200.000. Bantuan akan diberikan karena PPKM Darurat dipandang berdampak besar terhadap mereka.

Sementara, pedagang lain atau selain pedagang Pasar Tugu, masih diusulkan untuk mendapatkan bantuan produktif usaha mikro dari Kemenkop-UKM.

Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, bantuan terhadap pedagang yang terdampak PPKM Darurat, tetap ada. Namun, sejauh ini pemerintah masih menggodoknya. Termasuk teknis pendistribusiannya.

Rencanannya, ratusan pedagang itu akan diberi bantuan per bulan. Bantuan ini merupakan stimulan bagi pedagang, karena selama ini pasarnya ditutup. “Kami memilih pedagang Pasar Tugu karena yang paling terdampak. Sedangkan, pedagang yang lain masih bisa berjualan meski terbatas,” ujarnya.

Pemberian bantuan ini akan mengikuti perkembangan Covid-19. Jika Pasar Tugu ditutup hingga akhir tahun, stimulan akan diberikan sampai akhir tahun. Begitu juga sebaliknya.

“Misalkan kondisi di Kota Probolinggo dalam dua bulan ke depan zona kuning dan Pasar Tugu dibuka, bantuannya hanya diberikan 2 bulan atau tidak diteruskan. Namun, kalau Pasar Tugu tutup sampai akhir tahun, bantuan akan diberikan sampai akhir tahun,” jelas Fitri.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 berpengaruh terhadap semua sektor. Termasuk pemerintahan. Ia mencontohkan, banyak anggaran yang di-refocusing akibat adanya pandemi. Karenanya, sejumlah rencana, baik pembangunan dan lainnya terpaksa di-pending.

Dengan demikian, Fitri berharap, masyarakat juga bisa bertahan dan bersabar. Pemerintah juga masih terus berupaya mengedepankan kesehatan tanpa mengesampingkan sektor perekonomian. Karenanya, pemerintah berupaya hadir di tengah masyarkat dengan memberikan bantuan. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Probolinggo, telah dilaksanakan sejak 3 Juli lalu. Namun, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo baru menggodok untuk memberikan bantuan terhadap pedagang. Khususnya mereka yang selama ini berjualan di Pasar Tugu.

Dari data DKUPP, ada 366 pedagang yang berjualan di Pasar Tugu. Mereka direncanakan mendapatkan bantuan Rp 200.000. Bantuan akan diberikan karena PPKM Darurat dipandang berdampak besar terhadap mereka.

Sementara, pedagang lain atau selain pedagang Pasar Tugu, masih diusulkan untuk mendapatkan bantuan produktif usaha mikro dari Kemenkop-UKM.

Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, bantuan terhadap pedagang yang terdampak PPKM Darurat, tetap ada. Namun, sejauh ini pemerintah masih menggodoknya. Termasuk teknis pendistribusiannya.

Rencanannya, ratusan pedagang itu akan diberi bantuan per bulan. Bantuan ini merupakan stimulan bagi pedagang, karena selama ini pasarnya ditutup. “Kami memilih pedagang Pasar Tugu karena yang paling terdampak. Sedangkan, pedagang yang lain masih bisa berjualan meski terbatas,” ujarnya.

Pemberian bantuan ini akan mengikuti perkembangan Covid-19. Jika Pasar Tugu ditutup hingga akhir tahun, stimulan akan diberikan sampai akhir tahun. Begitu juga sebaliknya.

“Misalkan kondisi di Kota Probolinggo dalam dua bulan ke depan zona kuning dan Pasar Tugu dibuka, bantuannya hanya diberikan 2 bulan atau tidak diteruskan. Namun, kalau Pasar Tugu tutup sampai akhir tahun, bantuan akan diberikan sampai akhir tahun,” jelas Fitri.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 berpengaruh terhadap semua sektor. Termasuk pemerintahan. Ia mencontohkan, banyak anggaran yang di-refocusing akibat adanya pandemi. Karenanya, sejumlah rencana, baik pembangunan dan lainnya terpaksa di-pending.

Dengan demikian, Fitri berharap, masyarakat juga bisa bertahan dan bersabar. Pemerintah juga masih terus berupaya mengedepankan kesehatan tanpa mengesampingkan sektor perekonomian. Karenanya, pemerintah berupaya hadir di tengah masyarkat dengan memberikan bantuan. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU