alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

PJU di Pantura Ikut Dipadamkan saat PPKM, Rawan Kecelakaan-Kriminal

SUMBERASIH, Radar Bromo – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) ikut diperpanjang di Kabupaten Probolinggo. Namun, jalanan yang gelap banyak dikeluhkan pengguna jalan. Karena, dinilai membahayakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak hanya PJU di jalan kabupaten yang dimatikan saat malam hari. Namun, juga PJU di jalan raya nasional dan pantura.

Beberapa titik jalan masih terbantu pencahayaan lampu dari rumah warga, instansi atau toko di tepi jalan. Namun, di titik-titik yang tidak ada bangunan, kondisi jadi sangat gelap.

Salah satu PJU yang dimatikan di jalur pantura contohnya, sepanjang Paiton sampai Tongas. Pengguna jalan yang melintas pun harus lebih hati-hati.

”Jalanan sekarang jadi gelap, tidak ada penerangan. Padahal, kondisi itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Rawan tindak kriminal, rawan kecelakaan juga,” kata Mujib, 32, warga Sumberasih, Kabupaten Probolinggo,

Arman, 37, warga Kota Pasuruan mengaku jarak pandangnya pendek akibat kondisi gelap saat melintas di jalur pantura, Selasa (20/7) malam. Beruntung dia masih waspada. “Masa PJU di jalur pantura dipadamkan ya. Kan bahaya. Harus benar-benar awas,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menegaskan, pemadaman PJU di sepanjang jalan raya nasional dan kabupaten, sudah menjadi kebijakan dari pusat. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti penerapan PPKM Darurat.

Tujuannya, mengurangi mobilitas masyarakat dengan cara pemadaman PJU. Sehingga harapannya, masyarakat tidak lagi keluar malam hari.

”Kalau PJU di wilayah Sumberasih–Tongas, sempat mati karena rusak. Tapi sudah diperbaiki dan bisa fungsi kembali. Tapi, karena PPKM Darurat, jadi PJU sepanjang jalan raya pantura atau nasional memang dipadamkan,” katanya.

Kondisi jalan tanpa PJU diakui Taufik, memiliki sisi negatif. Yaitu, rawan terjadi kecelakaan atau tindak kriminal. Karena itu, pihaknya akan mengevaluasi kondisi itu.

Rencananya, juga akan ditingkatkan patroli satgas di tiap kecamatan untuk antisipasi kerawanan tersebut. Termasuk, memberi tanda tambahan di tengah median jalan.

”Nanti akan kami evaluasi bersama untuk mengurangi kerawanan-kerawanan itu. Tapi, mobilitas masyarakat tetap dapat dikurangi,” ujarnya. (mas/hn)

SUMBERASIH, Radar Bromo – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) ikut diperpanjang di Kabupaten Probolinggo. Namun, jalanan yang gelap banyak dikeluhkan pengguna jalan. Karena, dinilai membahayakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak hanya PJU di jalan kabupaten yang dimatikan saat malam hari. Namun, juga PJU di jalan raya nasional dan pantura.

Beberapa titik jalan masih terbantu pencahayaan lampu dari rumah warga, instansi atau toko di tepi jalan. Namun, di titik-titik yang tidak ada bangunan, kondisi jadi sangat gelap.

Salah satu PJU yang dimatikan di jalur pantura contohnya, sepanjang Paiton sampai Tongas. Pengguna jalan yang melintas pun harus lebih hati-hati.

”Jalanan sekarang jadi gelap, tidak ada penerangan. Padahal, kondisi itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Rawan tindak kriminal, rawan kecelakaan juga,” kata Mujib, 32, warga Sumberasih, Kabupaten Probolinggo,

Arman, 37, warga Kota Pasuruan mengaku jarak pandangnya pendek akibat kondisi gelap saat melintas di jalur pantura, Selasa (20/7) malam. Beruntung dia masih waspada. “Masa PJU di jalur pantura dipadamkan ya. Kan bahaya. Harus benar-benar awas,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menegaskan, pemadaman PJU di sepanjang jalan raya nasional dan kabupaten, sudah menjadi kebijakan dari pusat. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti penerapan PPKM Darurat.

Tujuannya, mengurangi mobilitas masyarakat dengan cara pemadaman PJU. Sehingga harapannya, masyarakat tidak lagi keluar malam hari.

”Kalau PJU di wilayah Sumberasih–Tongas, sempat mati karena rusak. Tapi sudah diperbaiki dan bisa fungsi kembali. Tapi, karena PPKM Darurat, jadi PJU sepanjang jalan raya pantura atau nasional memang dipadamkan,” katanya.

Kondisi jalan tanpa PJU diakui Taufik, memiliki sisi negatif. Yaitu, rawan terjadi kecelakaan atau tindak kriminal. Karena itu, pihaknya akan mengevaluasi kondisi itu.

Rencananya, juga akan ditingkatkan patroli satgas di tiap kecamatan untuk antisipasi kerawanan tersebut. Termasuk, memberi tanda tambahan di tengah median jalan.

”Nanti akan kami evaluasi bersama untuk mengurangi kerawanan-kerawanan itu. Tapi, mobilitas masyarakat tetap dapat dikurangi,” ujarnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU