alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Ada PPKM Darurat, Bromo Ditutup Hingga 25 Juli

SUKAPURA, Radar Bromo – Keputusan Presiden RI memperpanjang penerapan PPKM Darurat juga berdampak pada sektor pariwisata. Taman Nasionan Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menetapkan penutupan sementara wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) yang juga diperpanjang hingga 25 Juli.

Humas Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), Sarif Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan sementara wisata BTS kali ini, sama dengan awal penerapan PPKM Darurat. Saat itu penutupan ditetapkan oleh pusat dan pihaknya di daerah menjalankan kebijakan tersebut.

”Jadi penutupan wisata Bromo Tengger Semeru ini, memang karena kebijakan dari pemerintah pusat. Yaitu perpanjangan penerapan PPKM Darurat,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (21/7).

Sarif menerapan, penutupan sementara BTS berlaku bagi empat pintu masuk BTS, yaitu Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang. Pihaknya belum dapat memastikan, masa penutupan sementara wisata BTS ini sampai kapan. Karena, dari pernyataan Presiden RI, PPKM darurat diperpanjang hingga 25 Juli.

Namun, jika kasus Covid-19 ada penurunan, maka akan ada kelonggaran secara bertahap. ”Untuk tanggal 26 Juli apakah sudah dibuka atau belum? Saya belum bisa memastikan. Bisa tetap ditutup, dibuka atau dibuka secara bertahap. Jadi untuk kelanjutannya, masih tunggu kabar lebih lanjut,” terangnya.

Kondisi perpanjangan penutupan wisata BTS, sangat berdampak bagi pelaku usaha wisata. Seperti yang dialami Choirul Umam, sopir jip Bromo itu mengaku, dengan ditutupnya wisata BTS, tentu membuat usahanya mandek total. Sedangkan kebutuhan dan cicilan bank, tetap berjalan. Sehingga, pihaknya harus berusaha mencari pendapatan dari sektor lain.

”Sebenarnya sangat berat dirasakan penutupan wisata Bromo ini mas. Tapi mau gimana lagi, sudah menjadi keputusan pusat dan diberlakukan di daerah,” terangnya. (mas/fun)

SUKAPURA, Radar Bromo – Keputusan Presiden RI memperpanjang penerapan PPKM Darurat juga berdampak pada sektor pariwisata. Taman Nasionan Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menetapkan penutupan sementara wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) yang juga diperpanjang hingga 25 Juli.

Humas Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), Sarif Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan sementara wisata BTS kali ini, sama dengan awal penerapan PPKM Darurat. Saat itu penutupan ditetapkan oleh pusat dan pihaknya di daerah menjalankan kebijakan tersebut.

”Jadi penutupan wisata Bromo Tengger Semeru ini, memang karena kebijakan dari pemerintah pusat. Yaitu perpanjangan penerapan PPKM Darurat,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (21/7).

Sarif menerapan, penutupan sementara BTS berlaku bagi empat pintu masuk BTS, yaitu Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang. Pihaknya belum dapat memastikan, masa penutupan sementara wisata BTS ini sampai kapan. Karena, dari pernyataan Presiden RI, PPKM darurat diperpanjang hingga 25 Juli.

Namun, jika kasus Covid-19 ada penurunan, maka akan ada kelonggaran secara bertahap. ”Untuk tanggal 26 Juli apakah sudah dibuka atau belum? Saya belum bisa memastikan. Bisa tetap ditutup, dibuka atau dibuka secara bertahap. Jadi untuk kelanjutannya, masih tunggu kabar lebih lanjut,” terangnya.

Kondisi perpanjangan penutupan wisata BTS, sangat berdampak bagi pelaku usaha wisata. Seperti yang dialami Choirul Umam, sopir jip Bromo itu mengaku, dengan ditutupnya wisata BTS, tentu membuat usahanya mandek total. Sedangkan kebutuhan dan cicilan bank, tetap berjalan. Sehingga, pihaknya harus berusaha mencari pendapatan dari sektor lain.

”Sebenarnya sangat berat dirasakan penutupan wisata Bromo ini mas. Tapi mau gimana lagi, sudah menjadi keputusan pusat dan diberlakukan di daerah,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU