alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

59 Persen Saluran Irigasi di Kab Probolinggo Rusak

DRINGU, Radar Bromo – Sebanyak 59,5 persen kondisi saluran irigasi di Kabupaten Probolinggo rusak. Panjang saluran irigasi yang rusak mencapai 332.812 meter dari total 559.347 meter saluran irigasi yang ada.

Namun, dibutuhkan anggaran besar untuk memperbaiki seluruh saluran irigasi yang rusak. Karena itulah, perbaikan dilakukan bertahap setiap tahun.

”Saat ini saluran irigasi yang baik mencapai 40,5 persen atau sepanjang 226.535 meter. Rencananya tahun ini ada perbaikan untuk 3.909 meter saluran irigasi. Sehingga, kondisi saluran irigasi yang baik menjadi 41,2 persen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo.

Dijelaskan Rahmad, Kabupaten Probolinggo dengan 24 kecamatan memiliki 298 daerah irigasi (DI). Dengan panjang saluran irigasi di bawah wewenang Kabupaten Probolinggo sepanjang 559.347 meter.

Dari jumlah itu, sekitar 59,5 persen dalam kondisi rusak atau sepanjang 332.812 meter. Dan sisanya, 40,5 persen dalam kondisi baik atau sepanjang 226.535 meter. Dengan rencana perbaikan 3.909 meter saluran irigasi tahun ini, maka berarti saluran irigasi yang rusak tersisa 329.903 meter.

Pemkab Probolinggo sendiri, tiap tahunnya berupaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Hanya saja, kebutuhan anggaran untuk bisa memperbaiki seluruh saluran irigasi yang rusak sangat besar.

Tahun depan misalnya, Pemkab mengusulkan Rp 14 miliar untuk rehab saluran irigasi ke pemerintah pusat. Meski terkesan besar, anggaran Rp 14 miliar ,itu menurut Rahmad, hanya bisa memperbaiki 1 persen dari total saluran irigasi yang ada.

”Kami sudah usulkan untuk perbaikan saluran irigasi tahun depan sebesar Rp 14 miliar. Semoga dapat terealisasi,” terangnya.

Sementara itu, perbaikan saluran irigasi menjadi prioritas dari kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan yang dikembalikan oleh pemerintah pusar ke Pemkab Probolinggo, beberapa pekan lalu. Di Kabupaten Probolinggo, anggaran DAK sekitar Rp 8,2 miliar dikembalikan untuk penanganan saluran irigasi. Dengan anggaran itu, diperkirakan dapat memperbaiki sekitar 3.909 meter saluran irigasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo menjelaskan, DAK cadangan yang dikembalikan salah satunya yaitu DAK untuk PUPR. Hampir semua pengembalian DAK cadangan itu diperuntukkan untuk bidang sumber daya air (SDA).

”DAK cadangan yang dikembalikan untuk saluran irigasi semua. Jika tidak ada pengembalian DAK itu, maka dipastikan tahun ini tidak ada kegiatan perbaikan saluran irigasi,” katanya.

Rahmad menjelaskan, saluran irigasi yang menjadi wewenang Pemkab Probolinggo mampu mengaliri kawasan di bawah 1.000 hektare. Lalu, saluran irigasi ini tidak melintas antarkabupaten/kota.

Dengan anggaran sekitar Rp 8,2 miliar itu, direncanakan dapat memperbaiki 3.900 meter saluran irigasi atau 0,7 persen dari total saluran irigasi.

”Kabupaten Probolinggo itu memiliki sekitar 559.347 meter saluran irigasi. Baik itu saluran irigasi sekunder ataupun tersier. Nantinya dengan anggaran DAK itu, akan diperbaiki saluran irigasi di banyak titik sesuai prioritas,” lanjutnya.

Saat ini, menurutnya, perencanaan perbaikan saluran irigasi sudah dilakukan. Tinggal proses lelang dan pelaksanaan pengerjaannya. “DAK cadangan memang baru dikembalikan di pertengahan tahun. Namun, pekerjaan ini kami pastikan rampung tahun ini. Karena tahapan perencanaan sudah. Tinggal proses lelang dan pengerjaannya,” terangnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo – Sebanyak 59,5 persen kondisi saluran irigasi di Kabupaten Probolinggo rusak. Panjang saluran irigasi yang rusak mencapai 332.812 meter dari total 559.347 meter saluran irigasi yang ada.

Namun, dibutuhkan anggaran besar untuk memperbaiki seluruh saluran irigasi yang rusak. Karena itulah, perbaikan dilakukan bertahap setiap tahun.

”Saat ini saluran irigasi yang baik mencapai 40,5 persen atau sepanjang 226.535 meter. Rencananya tahun ini ada perbaikan untuk 3.909 meter saluran irigasi. Sehingga, kondisi saluran irigasi yang baik menjadi 41,2 persen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo.

Dijelaskan Rahmad, Kabupaten Probolinggo dengan 24 kecamatan memiliki 298 daerah irigasi (DI). Dengan panjang saluran irigasi di bawah wewenang Kabupaten Probolinggo sepanjang 559.347 meter.

Dari jumlah itu, sekitar 59,5 persen dalam kondisi rusak atau sepanjang 332.812 meter. Dan sisanya, 40,5 persen dalam kondisi baik atau sepanjang 226.535 meter. Dengan rencana perbaikan 3.909 meter saluran irigasi tahun ini, maka berarti saluran irigasi yang rusak tersisa 329.903 meter.

Pemkab Probolinggo sendiri, tiap tahunnya berupaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Hanya saja, kebutuhan anggaran untuk bisa memperbaiki seluruh saluran irigasi yang rusak sangat besar.

Tahun depan misalnya, Pemkab mengusulkan Rp 14 miliar untuk rehab saluran irigasi ke pemerintah pusat. Meski terkesan besar, anggaran Rp 14 miliar ,itu menurut Rahmad, hanya bisa memperbaiki 1 persen dari total saluran irigasi yang ada.

”Kami sudah usulkan untuk perbaikan saluran irigasi tahun depan sebesar Rp 14 miliar. Semoga dapat terealisasi,” terangnya.

Sementara itu, perbaikan saluran irigasi menjadi prioritas dari kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan yang dikembalikan oleh pemerintah pusar ke Pemkab Probolinggo, beberapa pekan lalu. Di Kabupaten Probolinggo, anggaran DAK sekitar Rp 8,2 miliar dikembalikan untuk penanganan saluran irigasi. Dengan anggaran itu, diperkirakan dapat memperbaiki sekitar 3.909 meter saluran irigasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo menjelaskan, DAK cadangan yang dikembalikan salah satunya yaitu DAK untuk PUPR. Hampir semua pengembalian DAK cadangan itu diperuntukkan untuk bidang sumber daya air (SDA).

”DAK cadangan yang dikembalikan untuk saluran irigasi semua. Jika tidak ada pengembalian DAK itu, maka dipastikan tahun ini tidak ada kegiatan perbaikan saluran irigasi,” katanya.

Rahmad menjelaskan, saluran irigasi yang menjadi wewenang Pemkab Probolinggo mampu mengaliri kawasan di bawah 1.000 hektare. Lalu, saluran irigasi ini tidak melintas antarkabupaten/kota.

Dengan anggaran sekitar Rp 8,2 miliar itu, direncanakan dapat memperbaiki 3.900 meter saluran irigasi atau 0,7 persen dari total saluran irigasi.

”Kabupaten Probolinggo itu memiliki sekitar 559.347 meter saluran irigasi. Baik itu saluran irigasi sekunder ataupun tersier. Nantinya dengan anggaran DAK itu, akan diperbaiki saluran irigasi di banyak titik sesuai prioritas,” lanjutnya.

Saat ini, menurutnya, perencanaan perbaikan saluran irigasi sudah dilakukan. Tinggal proses lelang dan pelaksanaan pengerjaannya. “DAK cadangan memang baru dikembalikan di pertengahan tahun. Namun, pekerjaan ini kami pastikan rampung tahun ini. Karena tahapan perencanaan sudah. Tinggal proses lelang dan pengerjaannya,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/