alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

PMK di Kota Probolinggo Meluas, Capai 813 Kasus

MAYANGAN, Radar Bromo- Temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Kota Probolinggo meluas. Sejauh ini tercatat ada 813 kasus. Kecamatan Mayangan, yang sebelumnya aman, kini mulai muncul.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo Aries Santoso mengatakan, sapi masih menjadi ternak yang paling banyak terpapar PMK. Rinciannya, ada 807 kasus. Dari jumlah itu, 497 ekor masih sakit dan 302 ekor sudah sembuh. Serta, lima ekor lainnya mati dan tiga ekor lagi dipotong paksa.

Sedangkan, domba ada enam ekor yang terpapar. Empat ekor masih sakit dan dua sudah sembuh. Untuk kambing, belum ada yang terpapar. Kini, kasusnya juga semakin menyebar di semua kecamatan di Kota Probolinggo.

“Kecamatan Mayangan yang sebelumnya tidak ada temuan PMK, kini ditemukan satu ekor sapi yang mengalami sakit. Jumlah ternak yang mati masih tetap lima ekor dan seluruhnya adalah sapi,” jelasnya.

Mantan Kepala Diskominfo Pemkot Probolinggo ini menjelaskan, kegiatan di Pasar Hewan Wonoasih tetap berjalan seperti biasa. Meski kasus PMK meningkat, pihaknya belum berencana menutup pasar hewan. Namun, jumlah ternak memang sedikit berkurang.

Sebagai upaya agar kasus PMK tidak semakin luas, DPKPP telah melakukan pembatasan bagi ternak yang ingin masuk ke pasar ternak. Mereka harus lolos pemeriksaan di check point.

Check point ini ada pintu masuk pasar. Kalau ada tanda-tanda ternak mengalami gejala PMK, tidak diperkenankan masuk. Petugas akan langsung melakukan pemeriksaan medis. Karena penyebaran PMK ini sangat cepat,” jelasnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Kota Probolinggo meluas. Sejauh ini tercatat ada 813 kasus. Kecamatan Mayangan, yang sebelumnya aman, kini mulai muncul.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo Aries Santoso mengatakan, sapi masih menjadi ternak yang paling banyak terpapar PMK. Rinciannya, ada 807 kasus. Dari jumlah itu, 497 ekor masih sakit dan 302 ekor sudah sembuh. Serta, lima ekor lainnya mati dan tiga ekor lagi dipotong paksa.

Sedangkan, domba ada enam ekor yang terpapar. Empat ekor masih sakit dan dua sudah sembuh. Untuk kambing, belum ada yang terpapar. Kini, kasusnya juga semakin menyebar di semua kecamatan di Kota Probolinggo.

“Kecamatan Mayangan yang sebelumnya tidak ada temuan PMK, kini ditemukan satu ekor sapi yang mengalami sakit. Jumlah ternak yang mati masih tetap lima ekor dan seluruhnya adalah sapi,” jelasnya.

Mantan Kepala Diskominfo Pemkot Probolinggo ini menjelaskan, kegiatan di Pasar Hewan Wonoasih tetap berjalan seperti biasa. Meski kasus PMK meningkat, pihaknya belum berencana menutup pasar hewan. Namun, jumlah ternak memang sedikit berkurang.

Sebagai upaya agar kasus PMK tidak semakin luas, DPKPP telah melakukan pembatasan bagi ternak yang ingin masuk ke pasar ternak. Mereka harus lolos pemeriksaan di check point.

Check point ini ada pintu masuk pasar. Kalau ada tanda-tanda ternak mengalami gejala PMK, tidak diperkenankan masuk. Petugas akan langsung melakukan pemeriksaan medis. Karena penyebaran PMK ini sangat cepat,” jelasnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/