alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Capaian PAD dari AUTTP di Kab Probolinggo Baru 34 Persen

KRAKSAAN, Radar Bromo- Target retribusi dari tera ulang alat ukur, timbang, takar, dan perlengkapan (AUTTP) di Kabupaten Probolinggo tahun ini mencapai Rp 180 juta. Namun, sampai akhir Mei, baru tercapai 34 persen.

Pendapat itu diperoleh dari hasil dari tera ulang di 12 pasar di Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, masih tersisa 12 pasar yang belum dilakukan tera ulang.

Kepala UPT Metrologi Legal Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (KUPP) Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan melanjutkan jadwal tera ulang di sejumlah pasar.

“Ada 12 pasar yang selesai. Beberapa waktu lalu kami lakukan di Pasar Banyuanyar. Kemudian, akan berlanjut ke pasar di wilayah barat. Sisanya masih 12 pasar lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak Mei, setidaknya 34 persen atau sebesar Rp 52 juta target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi tera ulang tercapai. “Biasanya pada triwulan keempat akan banyak (pendapatannya). Didapatkan dari timbangan jembatan. Jadi, cukup besar di sini,” jelasnya.

Dari hasil tera ulang di Pasar Banyuanyar, setidaknya ada 400 timbangan. Setelah ditera ulang, sejumlah timbangan membutuhkan reparasi.

“Utamanya timbangan elektrik. Timbangan ini memang setiap tahunnya butuh ditera ulang. Jika sudah digunakan selama setahun, rentan berubah,” jelasnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Target retribusi dari tera ulang alat ukur, timbang, takar, dan perlengkapan (AUTTP) di Kabupaten Probolinggo tahun ini mencapai Rp 180 juta. Namun, sampai akhir Mei, baru tercapai 34 persen.

Pendapat itu diperoleh dari hasil dari tera ulang di 12 pasar di Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, masih tersisa 12 pasar yang belum dilakukan tera ulang.

Kepala UPT Metrologi Legal Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (KUPP) Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan melanjutkan jadwal tera ulang di sejumlah pasar.

“Ada 12 pasar yang selesai. Beberapa waktu lalu kami lakukan di Pasar Banyuanyar. Kemudian, akan berlanjut ke pasar di wilayah barat. Sisanya masih 12 pasar lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak Mei, setidaknya 34 persen atau sebesar Rp 52 juta target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi tera ulang tercapai. “Biasanya pada triwulan keempat akan banyak (pendapatannya). Didapatkan dari timbangan jembatan. Jadi, cukup besar di sini,” jelasnya.

Dari hasil tera ulang di Pasar Banyuanyar, setidaknya ada 400 timbangan. Setelah ditera ulang, sejumlah timbangan membutuhkan reparasi.

“Utamanya timbangan elektrik. Timbangan ini memang setiap tahunnya butuh ditera ulang. Jika sudah digunakan selama setahun, rentan berubah,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/