alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Waspada, Gelombang Tinggi-Rob Masih Mengancam

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga yang tinggal di daerah pesisir Kota Probolinggo, masih perlu waspada. Gelombang tinggi dan meluapnya air laut atau rob masih rawan terjadi sampai awal pekan ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, gelombang tinggi dan rob di Kota Probolinggo, terjadi sejak Rabu (18/5). Sampai Sabtu (21/5), sudah tiga kali terjadi di wilayah pesisir.

Yakni, di Kelurahan Mayangan, Kelurahan Mangunharjo, dan Kelurahan Jati di Kecamatan Mayangan. Serta, di Kelurahan Ketapang dan Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Syukur, tiga kali rob tidak sampai memasuki permukiman warga.

“Rob di Kota Probolinggo, masih aman. Skala ketinggiannya kecil dan hanya menggenangi wilayah pantai sampai jalan. Tidak sampai masuk ke permukiman. Tetapi, potensi banjir masih ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem bisa terjadi hingga Selasa (24/5). Karena itu, pihaknya berharap masyarakat, terutama nelayan untuk lebih berhati-hati saat berada di perairan Probolinggo. Sebab, ketinggian ombak bisa mencapai tiga meter dengan kecepatan angin berkisar lima hingga 40 kilometer per jam.

Menurutnya, cuaca ekstrem dan potensi rob terjadi akibat adanya fenomena gelombang rossby. Yaitu, fenomena alam yang terbentuk di lautan dan atmosfer. Gelombang rossby di samudera ini memiliki ukuran yang besar dan bergerak horizontal dengan lambat.

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga yang tinggal di daerah pesisir Kota Probolinggo, masih perlu waspada. Gelombang tinggi dan meluapnya air laut atau rob masih rawan terjadi sampai awal pekan ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, gelombang tinggi dan rob di Kota Probolinggo, terjadi sejak Rabu (18/5). Sampai Sabtu (21/5), sudah tiga kali terjadi di wilayah pesisir.

Yakni, di Kelurahan Mayangan, Kelurahan Mangunharjo, dan Kelurahan Jati di Kecamatan Mayangan. Serta, di Kelurahan Ketapang dan Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Syukur, tiga kali rob tidak sampai memasuki permukiman warga.

“Rob di Kota Probolinggo, masih aman. Skala ketinggiannya kecil dan hanya menggenangi wilayah pantai sampai jalan. Tidak sampai masuk ke permukiman. Tetapi, potensi banjir masih ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem bisa terjadi hingga Selasa (24/5). Karena itu, pihaknya berharap masyarakat, terutama nelayan untuk lebih berhati-hati saat berada di perairan Probolinggo. Sebab, ketinggian ombak bisa mencapai tiga meter dengan kecepatan angin berkisar lima hingga 40 kilometer per jam.

Menurutnya, cuaca ekstrem dan potensi rob terjadi akibat adanya fenomena gelombang rossby. Yaitu, fenomena alam yang terbentuk di lautan dan atmosfer. Gelombang rossby di samudera ini memiliki ukuran yang besar dan bergerak horizontal dengan lambat.

MOST READ

BERITA TERBARU

/