alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Longsor Tutup Jalan Desa di Tambak Ukir

KOTAANYAR, Radar Bromo – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Jumat (20/5) sore, sebuah tebing setinggi 5 meter di Dusun Kayudara, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, longsor dan menutup jalan desa. Akses lalu lintas pun terganggu.

Peristiwa ini bermula saat wilayah Kecamatan Kotaanyar, diguyur hujan sejak siang. Hingga sore hujan tidak kunjung reda. Bahkan, intensitas hujan semakin deras. Sekitar pukul 17.20, gemuruh longsor terdengar dari tebing setinggi 5 meter di Dusun Kayudara.

Material tanah longsor menutup jalan yang persis berada di bawahnya. Syukur saat itu tidak ada warga yang melintas di sekitar tebing. “Saat itu hujan cukup deras. Jadi, tidak ada warga yang beraktivitas di jalan tersebut,” ujar warga desa setempat Kholik.

Ia mengatakan, lokasi ini berada di tengah permukiman warga. Namun, bagian atas tebing tidak ada bangunan. Karena itu, tidak ada bangunan yang terdampak. Material tanah menutup jalan desa, sehingga saat malam warga tidak melintas. Selain tertutup material longsor, warga juga khawatir terjadi longsor susulan.

“Longsor hanya tanah. Namun, warga jadi waswas kalau hujan lagi bisa terjadi longsor susulan,” ucapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, longsor mengakibat jalan permukiman tertutup.

“Panjang longsoran sekitar 50 meter. Tebing tidak ada tanaman penguat material tanah. Dikawatirkan terjadi longsor lagi mengingat tanahnya gembur,” ungkapnya.

KOTAANYAR, Radar Bromo – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Jumat (20/5) sore, sebuah tebing setinggi 5 meter di Dusun Kayudara, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, longsor dan menutup jalan desa. Akses lalu lintas pun terganggu.

Peristiwa ini bermula saat wilayah Kecamatan Kotaanyar, diguyur hujan sejak siang. Hingga sore hujan tidak kunjung reda. Bahkan, intensitas hujan semakin deras. Sekitar pukul 17.20, gemuruh longsor terdengar dari tebing setinggi 5 meter di Dusun Kayudara.

Material tanah longsor menutup jalan yang persis berada di bawahnya. Syukur saat itu tidak ada warga yang melintas di sekitar tebing. “Saat itu hujan cukup deras. Jadi, tidak ada warga yang beraktivitas di jalan tersebut,” ujar warga desa setempat Kholik.

Ia mengatakan, lokasi ini berada di tengah permukiman warga. Namun, bagian atas tebing tidak ada bangunan. Karena itu, tidak ada bangunan yang terdampak. Material tanah menutup jalan desa, sehingga saat malam warga tidak melintas. Selain tertutup material longsor, warga juga khawatir terjadi longsor susulan.

“Longsor hanya tanah. Namun, warga jadi waswas kalau hujan lagi bisa terjadi longsor susulan,” ucapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, longsor mengakibat jalan permukiman tertutup.

“Panjang longsoran sekitar 50 meter. Tebing tidak ada tanaman penguat material tanah. Dikawatirkan terjadi longsor lagi mengingat tanahnya gembur,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/