alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Penumpang di Terminal Probolinggo Masih Landai

KADEMANGAN, Radar Bromo – Adanya larangan mudik, pada 6–17 Mei 2021, diprediksi akan ada kegiatan mudik lebih awal. Namun, di Kota Probolinggo, masih landai. Di Terminal Bayuangga dan Stasiun Probolinggo, belum ada lonjakan penumpang.

Kepala UPT Terminal Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo mengatakan, di Terminal Bayuangga, belum tampak adanya pemudik. Bahkan, penumpang masih sepi. “Terkait ada info mudik awal, di Terminal Bayuangga, masih belum. Belum kelihatan adanya lonjakan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini rata-rata jumlah penumpang bus baik yang datang maupun berangkat masih rendah. Untuk bus antarkota antaprovinsi (AKAP), jumlah bus yang datang mencapai 12 unit dengan jumlah penumpang 4 orang. Sedangkan, yang berangkat rata-rata 11 bus dengan jumlah penumpang 23 orang.

Untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP), jumlah bus yang datang ada 280 unit. Sedangkan, penumpangnya 347 orang. Bus yang berangkat ada 273 unit dengan jumlah penumpang 856 orang. “Itu data per 19 April. Untuk 20 dan 21 April, belum dimasukkan. Namun, rata-rata hampir sama. Masih sepi,” ujar Budi.

Hal senada diungkapkan Kepala Stasiun Probolinggo Andri Purwanto. Menurutnya, sejauh ini jumlah penumpang masih kurang dari 50 orang. Belum ada lonjakan signifikan. “Sampai sekarang masih biasa. Mungkin menjelang 6 Mei ada perubahan,” ujarnya.

Ia mengaku tetap akan mengikuti aturan pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid. Terutama, tentang imbauan untuk tidak mudik. “Saya pikir apa yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan bersama. Kami harap masyarakat tidak mudik,” ujarnya. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Adanya larangan mudik, pada 6–17 Mei 2021, diprediksi akan ada kegiatan mudik lebih awal. Namun, di Kota Probolinggo, masih landai. Di Terminal Bayuangga dan Stasiun Probolinggo, belum ada lonjakan penumpang.

Kepala UPT Terminal Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo mengatakan, di Terminal Bayuangga, belum tampak adanya pemudik. Bahkan, penumpang masih sepi. “Terkait ada info mudik awal, di Terminal Bayuangga, masih belum. Belum kelihatan adanya lonjakan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini rata-rata jumlah penumpang bus baik yang datang maupun berangkat masih rendah. Untuk bus antarkota antaprovinsi (AKAP), jumlah bus yang datang mencapai 12 unit dengan jumlah penumpang 4 orang. Sedangkan, yang berangkat rata-rata 11 bus dengan jumlah penumpang 23 orang.

Untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP), jumlah bus yang datang ada 280 unit. Sedangkan, penumpangnya 347 orang. Bus yang berangkat ada 273 unit dengan jumlah penumpang 856 orang. “Itu data per 19 April. Untuk 20 dan 21 April, belum dimasukkan. Namun, rata-rata hampir sama. Masih sepi,” ujar Budi.

Hal senada diungkapkan Kepala Stasiun Probolinggo Andri Purwanto. Menurutnya, sejauh ini jumlah penumpang masih kurang dari 50 orang. Belum ada lonjakan signifikan. “Sampai sekarang masih biasa. Mungkin menjelang 6 Mei ada perubahan,” ujarnya.

Ia mengaku tetap akan mengikuti aturan pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid. Terutama, tentang imbauan untuk tidak mudik. “Saya pikir apa yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan bersama. Kami harap masyarakat tidak mudik,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/