alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mulai Kemarau, Damkar Probolinggo Waspadai Kebakaran

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, mulai berkurang. Bahkan, beberapa wilayah mulai mengering. Karenanya, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo mulai mewaspadai potensi kebakaran.

Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, pertengahan April merupakan awal musim kemarau. Cuaca berangsur terik. Hal ini menyebabkan Kabupaten Probolinggo lebih kering dibanding sebelumnya. “Kami sudah waspada potensi terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Kebakaran sangat mungkin terjadi saat kondisi lingkungan panas disertai angin. Hal ini bisa membuat api mudah berkobar. Jika tidak dipantau akan menyebabkan kebakaran. Kebakaran dapat terjadi akibat kecerobohan warga yang menyalakan api dan tidak diawasi. Kebakaran juga dapat terjadi karena adanya korsleting listrik. Karenanya, semua potensi kebakaran perlu diantisipasi.

“Dari kejadian yang sudah kami lakukan tindakan, mayoritas kebakaran terjadi karena kecerobohan saat menyalakan api. Kemudian, ditinggal begitu saja. Yang kedua, karena korsleting listrik,” tuturnya.

Dalam kurun waktu Januari–April, Sholehudin mengatakan, pihaknya telah 4 kali melakukan pemadaman api. Meliputi, kebakaran di Pabrik Leces; kebakaran gudang ikan di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo; kebakaran akibat korsleting listrik di Kraksaan; dan kebakaran kandang sapi di Kecamatan Paiton.

“Kejadian kebakaran kami prediksikan bertambah. Musim kemarau berpotensi besar. Apalagi, saat masuk Agustus–September saat angin sedang kencang-kencangnya,” jelasnya. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, mulai berkurang. Bahkan, beberapa wilayah mulai mengering. Karenanya, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo mulai mewaspadai potensi kebakaran.

Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, pertengahan April merupakan awal musim kemarau. Cuaca berangsur terik. Hal ini menyebabkan Kabupaten Probolinggo lebih kering dibanding sebelumnya. “Kami sudah waspada potensi terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Kebakaran sangat mungkin terjadi saat kondisi lingkungan panas disertai angin. Hal ini bisa membuat api mudah berkobar. Jika tidak dipantau akan menyebabkan kebakaran. Kebakaran dapat terjadi akibat kecerobohan warga yang menyalakan api dan tidak diawasi. Kebakaran juga dapat terjadi karena adanya korsleting listrik. Karenanya, semua potensi kebakaran perlu diantisipasi.

Mobile_AP_Half Page

“Dari kejadian yang sudah kami lakukan tindakan, mayoritas kebakaran terjadi karena kecerobohan saat menyalakan api. Kemudian, ditinggal begitu saja. Yang kedua, karena korsleting listrik,” tuturnya.

Dalam kurun waktu Januari–April, Sholehudin mengatakan, pihaknya telah 4 kali melakukan pemadaman api. Meliputi, kebakaran di Pabrik Leces; kebakaran gudang ikan di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo; kebakaran akibat korsleting listrik di Kraksaan; dan kebakaran kandang sapi di Kecamatan Paiton.

“Kejadian kebakaran kami prediksikan bertambah. Musim kemarau berpotensi besar. Apalagi, saat masuk Agustus–September saat angin sedang kencang-kencangnya,” jelasnya. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2