alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Upaya Desa Banjarsari Atasi Sampah dengan Budi Daya Maggot

SAMPAH menjadi salah satu “produk” yang tak ada habisnya. Karena itu, Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya mengatasinya. Salah satunya dengan cara membudi daya maggot.

Budi daya maggot dilakukan Pemerintah Desa Banjarsari. Melalui Seksi Peternakan Kampung Keluarga Berencana (KB) Sinar Banjarsari, budi daya maggot terus eksis.

“Dulu Kampung KB memang ada di salah satu dusun yang tertinggal. Saat ini sudah mulai berkembang. Maggot dikembangkan oleh Seksi Peternakan,” ujar Kepala Desa Banjarsari Moch. Abdul Wahid.

KURANGI SAMPAH: Perangkat Desa Banjarsari Husairi (baju dinas) mengecek lokasi budi daya maggot di Dusun Brak. Budi daya ini dilakukan oleh Seksi Peternakan Kampung KB Desa Banjarsari. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Budi daya maggot bertujuan mengatasi produksi sampah. Terutama sampah basah yang dihasilkan rumah tangga.

“Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1-3 kali dari bobot tubuhnya selama 24 jam. Bahkan, bisa sampai 5 kali bobot tubuhnya. Satu kilogram maggot bisa memangkas 2-5 kilogram sampah organik setiap harinya,” ujarnya.

Selain untuk menangani sampah, budi daya maggot juga cukup menguntungkan. Dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menurut Abdul Wahid, harga maggot Rp 5.000 per ons, sedangkan telurnya Rp 5.000 per gram.

SAMPAH menjadi salah satu “produk” yang tak ada habisnya. Karena itu, Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya mengatasinya. Salah satunya dengan cara membudi daya maggot.

Budi daya maggot dilakukan Pemerintah Desa Banjarsari. Melalui Seksi Peternakan Kampung Keluarga Berencana (KB) Sinar Banjarsari, budi daya maggot terus eksis.

“Dulu Kampung KB memang ada di salah satu dusun yang tertinggal. Saat ini sudah mulai berkembang. Maggot dikembangkan oleh Seksi Peternakan,” ujar Kepala Desa Banjarsari Moch. Abdul Wahid.

KURANGI SAMPAH: Perangkat Desa Banjarsari Husairi (baju dinas) mengecek lokasi budi daya maggot di Dusun Brak. Budi daya ini dilakukan oleh Seksi Peternakan Kampung KB Desa Banjarsari. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Budi daya maggot bertujuan mengatasi produksi sampah. Terutama sampah basah yang dihasilkan rumah tangga.

“Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1-3 kali dari bobot tubuhnya selama 24 jam. Bahkan, bisa sampai 5 kali bobot tubuhnya. Satu kilogram maggot bisa memangkas 2-5 kilogram sampah organik setiap harinya,” ujarnya.

Selain untuk menangani sampah, budi daya maggot juga cukup menguntungkan. Dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menurut Abdul Wahid, harga maggot Rp 5.000 per ons, sedangkan telurnya Rp 5.000 per gram.

MOST READ

BERITA TERBARU

/