alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kota Probolinggo Harus Siapkan Penampungan Baru Sampah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Permasalahan sampah di Kota Probolinggo, masih terus membutuhkan perhatian serius. Terlebih, tempat penampungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Anggrek, hampir penuh. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo harus menyiapkan tempat penampungan baru.

Di samping itu, DLH belum bisa memastikan kapan TPA regional di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, akan dibangun. Meski lahannya sudah ada, anggaran pembebasan lahan dan pembangunannya belum ada kepastian.

“Lokasi TPA regional memang sudah ada, di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Namun belum ada kepastian kapan bisa digunakan,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa, Minggu (21/2).

Rencananya, TPA regional ini akan digunakan oleh tiga wilayah. Yakni, Kabupaten dan Kota Probolinggo serta Kabupaten Pasuruan. Pengembangan TPA regional ini diusulkan Pemkot Probolinggo kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika berkunjung ke Kota Probolinggo pada 2019. Usulan ini diajukan karena kondisi TPA Anggrek, Kota Probolinggo, yang sudah overload.

Usulan ini mendapat respons positif dari Pemprov Jawa Timur. Pemprov langsung mencari lokasi yang pas. Akhirnya, diperoleh lokasi di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Meski sudah ada lahannya, TPA ini belum dibangun. Bahkan, sejauh ini belum dipastikan kapan akan mulai digarap. Karenanya, pembuangan sampah dari masyarakat masih ditampung di TPA Anggrek.

“Bak penampungan sampah yang luasnya sekitar setengah hektare sudah mencapai ketinggian 8 meter sampah yang masuk. Bak penampungan sampah ini memiliki kedalaman 2 meter ke bawah dan 6 meter ke atas. Sehingga, ketinggian sudah 8 meter sampah yang tertampung. Pada 2022-2023 DLH sudah harus menyiapkan bak penampuangan baru,” ujar Deta.

Diketahui, kebutuhan anggaran pembangunan TPA regional ini cukup besar. Diperkirakan butuh Rp 200 miliar. Dana ini sudah termasuk pembebasan lahan sekitar 30 hektare dan pembangunannya. Karenanya, Pemprov Jawa Timur juga menyepakati untuk dikembalikan ke Pemerintah Pusat. (put/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Permasalahan sampah di Kota Probolinggo, masih terus membutuhkan perhatian serius. Terlebih, tempat penampungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Anggrek, hampir penuh. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo harus menyiapkan tempat penampungan baru.

Di samping itu, DLH belum bisa memastikan kapan TPA regional di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, akan dibangun. Meski lahannya sudah ada, anggaran pembebasan lahan dan pembangunannya belum ada kepastian.

“Lokasi TPA regional memang sudah ada, di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Namun belum ada kepastian kapan bisa digunakan,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa, Minggu (21/2).

Mobile_AP_Half Page

Rencananya, TPA regional ini akan digunakan oleh tiga wilayah. Yakni, Kabupaten dan Kota Probolinggo serta Kabupaten Pasuruan. Pengembangan TPA regional ini diusulkan Pemkot Probolinggo kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika berkunjung ke Kota Probolinggo pada 2019. Usulan ini diajukan karena kondisi TPA Anggrek, Kota Probolinggo, yang sudah overload.

Usulan ini mendapat respons positif dari Pemprov Jawa Timur. Pemprov langsung mencari lokasi yang pas. Akhirnya, diperoleh lokasi di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Meski sudah ada lahannya, TPA ini belum dibangun. Bahkan, sejauh ini belum dipastikan kapan akan mulai digarap. Karenanya, pembuangan sampah dari masyarakat masih ditampung di TPA Anggrek.

“Bak penampungan sampah yang luasnya sekitar setengah hektare sudah mencapai ketinggian 8 meter sampah yang masuk. Bak penampungan sampah ini memiliki kedalaman 2 meter ke bawah dan 6 meter ke atas. Sehingga, ketinggian sudah 8 meter sampah yang tertampung. Pada 2022-2023 DLH sudah harus menyiapkan bak penampuangan baru,” ujar Deta.

Diketahui, kebutuhan anggaran pembangunan TPA regional ini cukup besar. Diperkirakan butuh Rp 200 miliar. Dana ini sudah termasuk pembebasan lahan sekitar 30 hektare dan pembangunannya. Karenanya, Pemprov Jawa Timur juga menyepakati untuk dikembalikan ke Pemerintah Pusat. (put/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2