alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kecamatan Ini Petakan Wilayah Covid-19 dengan Bendera

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

LECES, Radar Bromo – Guna memudahkan masyarakat untuk mengetahui wilayah dengan jumlah kasus Covid-19, Kecamatan Leces punya cara unik. Pemerintah kecamatan ini memasang bendera berwarna sebagai tanda.

Di Kecamatan Leces, sebanyak 375 RT yang ada di 10 desa yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berbasis RT. Ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Camat Leces Moh Syarifuddin mengatakan, pemasangan bendera sesuai dengan jumlah kasus yang terjadi di setiap RT di masing-masing desa. Bendera tersebut dipasang di posko pada pintu masuk masing-masing desa.

“Bendera hijau berarti tidak ada satupun RT-nya yang positif Covid-19, kuning berarti ada 1-5 kasus, oranye berarti ada 6-10 kasus dan merah berarti ada kasusnya diatas 10 kasus,” ujarnya, Minggu (21/2).

Ia menyebutkan, pemasangan bendera tersebut diawali dengan pembentukan posko dan pengurusnya serta pemasangan bendera di pintu masuk desa. Hal tersbut bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengenali wilayah yang di dalamnya masih ada warga terkonfirmasi Covid-19.

“Jadi, siapapun yang masuk ke desa-desa itu akan tahu kalau melihat benderanya. Bendera itu sudah terpasang semua di posko pada pintu masuk desa,” ujarnya.

Syarif menjejelaskan, PPKM berbasis mikro tingkat RT di Kecamatan Leces ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021. “Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa desa membentuk Posko Desa untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Selain itu juga memetakan wilayah kasus,” ujarnya.

Pada kontrol dan tugasnya, ia menyebutkan bawa nantinya RT/RW yang telah ditandai ini akan dikontrol oleh petugas posko PPKM berbasis mikro yang ada di desa masing-masing. Kontrol pada setiap wilayah pada masing-masing warna itu akan berbeda.

“Kontrol atau penanganannya berbeda. Jika kuning difokuskan untuk dilakukan tracing. Sementara kalau hijau tetap dilakukan pemantauan dan pengawasan supaya tidak naik ke kuning. Sehingga peranan masing-masing warna itu menunjukkan tugasnya,” ujarnya.

Melalui penerapan PPKM Berbasis Mikro Tingkat RT ini, Syarif mengharapkan, kalau ada sekecil apapun, kasus masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bisa segera tertangani dengan baik. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

LECES, Radar Bromo – Guna memudahkan masyarakat untuk mengetahui wilayah dengan jumlah kasus Covid-19, Kecamatan Leces punya cara unik. Pemerintah kecamatan ini memasang bendera berwarna sebagai tanda.

Di Kecamatan Leces, sebanyak 375 RT yang ada di 10 desa yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berbasis RT. Ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Camat Leces Moh Syarifuddin mengatakan, pemasangan bendera sesuai dengan jumlah kasus yang terjadi di setiap RT di masing-masing desa. Bendera tersebut dipasang di posko pada pintu masuk masing-masing desa.

Mobile_AP_Half Page

“Bendera hijau berarti tidak ada satupun RT-nya yang positif Covid-19, kuning berarti ada 1-5 kasus, oranye berarti ada 6-10 kasus dan merah berarti ada kasusnya diatas 10 kasus,” ujarnya, Minggu (21/2).

Ia menyebutkan, pemasangan bendera tersebut diawali dengan pembentukan posko dan pengurusnya serta pemasangan bendera di pintu masuk desa. Hal tersbut bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengenali wilayah yang di dalamnya masih ada warga terkonfirmasi Covid-19.

“Jadi, siapapun yang masuk ke desa-desa itu akan tahu kalau melihat benderanya. Bendera itu sudah terpasang semua di posko pada pintu masuk desa,” ujarnya.

Syarif menjejelaskan, PPKM berbasis mikro tingkat RT di Kecamatan Leces ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021. “Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa desa membentuk Posko Desa untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Selain itu juga memetakan wilayah kasus,” ujarnya.

Pada kontrol dan tugasnya, ia menyebutkan bawa nantinya RT/RW yang telah ditandai ini akan dikontrol oleh petugas posko PPKM berbasis mikro yang ada di desa masing-masing. Kontrol pada setiap wilayah pada masing-masing warna itu akan berbeda.

“Kontrol atau penanganannya berbeda. Jika kuning difokuskan untuk dilakukan tracing. Sementara kalau hijau tetap dilakukan pemantauan dan pengawasan supaya tidak naik ke kuning. Sehingga peranan masing-masing warna itu menunjukkan tugasnya,” ujarnya.

Melalui penerapan PPKM Berbasis Mikro Tingkat RT ini, Syarif mengharapkan, kalau ada sekecil apapun, kasus masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bisa segera tertangani dengan baik. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2