alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

MA Menangkan KSU Mitra Perkasa, 4 Bidang Tanah Zulkifli Jadi Jaminan

MAYANGAN, Radar Bromo – Kasus KSU Mitra Perkasa yang menyeret politisi mantan Cawali Probolinggo yang juga pengusaha Zulkifli Chalik dan Welly Sukarto selaku ketua KSU Mitra Perkasa memasuki babak baru.

Mahkamah Agung (MA) melalui amar putusan Nomor 576K/Pdt/2020 memenangkan KSU Mitra Perkasa. MA bahkan memutuskan agar empat bidang tanah milik Zulkifli dijadikan sita jaminan.

Zulkifli diwakili kuasa hukumnya Abdul Wahab merespons keras putusan kasasi yang diterima pada Rabu (18/11) itu. Dia dengan tegas tidak menerima hasil putusan tersebut. Sebab, putusan yang diberikan MA dinilai melenceng dari kasasi yang diajukan.

Abdul Wahab dalam jumpa pers Jumat (20/11) menjelaskan, pihaknya mengajukan kasasi untuk perkara nomor 37 mengenai selisih bayar Zulkifli sebesar Rp 15 Miliar pada KSU Mitra Perkasa. Dengan kata lain, Zulkifli melakukan kelebihan membayar pada KSU Mitra Perkasa.

Namun yang terjadi sungguh mengejutkan. MA justru memberikan putusan berbeda untuk perkara nomor 22. Padahal, perkara nomor 22 ini dimenangkan oleh Zulkifli di tingkat Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT).

“Untuk perkara nomor 22 itu, di PN dan PT dimenangkan oleh pihak kami. Karena ada bukti baru bahwa uang Pak Zul (panggilan Zulkifli, red) ada di koperasi sebesar Rp 15 Miliar, maka kami mengajukan gugatan lagi dengan nomor perkara 37. Bahkan, sampai ke Pengadilan Tinggi,” tuturnya.

Inti dari perkara nomor 37 yaitu, pihak Zulkifli meminta untuk menarik lagi kelebihan bayar ke KSU Mitra Perkasa sebesar Rp 15 Miliar. Di PT, perkara nomor 37 ini tidak bisa diterima.

Karena masih ada selisih bayar Rp 15 miliar itu, Zulkifli menurutnya mengajukan kasasi. Sementara Wely yang sudah pailit tidak bisa mengajukan kasasi.

“Upaya tersebut dilakukan karena klien kami memiliki kelebihan bayar sebesar 15 Miliar ke KSU Mita Perkasa. Ini berdasarkan dari hasil audit,” tuturnya.

Tujuan mengajukan kasasi disebutkan Wahab, pihak Zulkifli meminta MA memeriksa gugatan balik yang diajukan oleh pihaknya di tingkat pertama sampai pengadilan tinggi. Namun, faktanya putusan MA justru melenceng.

Seharusnya yang diputuskan adalah gugatan balik (rekonvensi) Zulkifli untuk perkara nomor 37. Yang terjadi dalam putusan MA, kliennya selaku pemohon kasasi dikabulkan permohonannya. Namun, juga dihukum atas perkara KSU Mitra Perkasa.

Abdul Wahab menaksirkan, ada kekeliruan hakim yang nyata. Hakim dinilainya tidak teliti. “Sudah jelas dalam memori kasasi yang dipersoalkan adalah belum diputusnya gugatan balik. Tapi dalam putusan kasasi, justru yang tidak mengajukan kasasi dalam hal ini Welly dimenangkan dalam putusan MA,” bebernya.

Menurutnya, putusan ini sulit dilaksanakan dan diterima. Karena sangat aneh. “Hakim MA justru menghukum klien kami selaku pemohon kasasi. Malah pihak yang tidak mengajukan kasasi justru dimenangkan dalam perkara ini,” kata Abdul Wahab.

Dalam amar putusan nomor 576K/Pdt/2020 tertulis bahwa hakim mengabulkan gugatan penggugat sebelumnya dan menyatakan sah. Termasuk menyita sejumlah aset berharga untuk mengganti kerugian yang ada. Dengan kata lain putusan MA tersebut justru memenangkan pihak KSU Mitra Perkasa yang tidak mengajukan kasasi.

Adapun sejumlah aset yang akan disita dalam amar putusan nomor 576K/Pdt/2020 di antaranya; sebidang tanah pekarangan berikut bangunan yang berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Nomor 50-52, Probolinggo; sebidang tanah pekarangan berikut bangunan yang berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Suroyo Nomor 43, Probolinggo.

Lalu, sebidang tanah pekarangan berikut bangunan yang berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Brantas, Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo; sebidang tanah pekarangan berikut bangunan yang berdiri di atasnya yang terletak di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Termasuk menghukum para tergugat agar membayar bunga pinjaman sebesar 3 persen dari tunggakan pinjaman sebesar Rp146.984.403.734,00.

Atas putusan itu, Abdul Wahab sebagai kuasa hukum Zulkifli Chaliq akan melakukan upaya mengkonfirmasi dan klarifikasi kepada Mahkamah Agung. Apakah keputusan itu benar atau tidak.

Jika memang benar, maka jalan satu-satunya yang ditempuh ialah upaya Peninjauan Kembali (PK). Namun, jika terjadi kesalahan administrasi pihaknya meminta putusan tersebut untuk diperbaiki.

“Sebelum melakukan PK, kami terlebih dahulu akan memastikan apakah ada kesalahan pengetikan di tingkat kepaniteraan Mahkamah Agung. Baru kemudian kami akan memutuskan apakah melakukan PK. Rencananya Senin (23/11) surat permintaan klarifikasi kami layangkan. Mengingat waktu untuk PK masih ada 180 hari setelah putusan,” kata Wahab.

Adapun alasan PK diajukan karena pihaknya memiliki bukti baru (novum). Ada dua hal sebagai dasar untuk mengajukan PK. Pertama, adanya kepailitan dan novum. Kedua, putusan mahkamah agung yang diputuskan bertentangan dengan putusan pengadilan di tingkat PN dan PT.

“Kami memakain novum kedua untuk mengajukan PK. Sebab, putusan Mahkamah Agung bertentangan dengan putusan pengadilan lain. Perkara 22 merupakan perkara yang sama. Perkara Welly Sukarto digugurkan oleh Pengadilan Negeri, dan PT dan bersifat inkrah,” tutup Abdul Wahab.

 

Putut Tegaskan Welly Tak Ajukan Kasasi

Sementara itu, Putut Gunawarman selaku kuasa hukum Welly Sukarto menegaskan, pihak Welly tidak pernah mengajukan kasasi. Mengingat, kasusnya tidak bisa diteruskan karena ada kepailitan.

“Jadi dia (Zulkifli) mengajukan permohonan kasasi. Dengan harapan dapat disetujui permohonannya. Tetapi hasilnya malah menghukum dirinya. Sementara kami tidak mengajukan kasasi karena fokus pada perkara nomor 22 yang tidak bisa diteruskan karena ada pailit,” beber Putut.

Menurutnya, saat itu perkara nomer 22 tidak diteruskan. Gugatan Welly tidak dapat diterima, sedangkan rekonvensi Zulkifli atau gugatan kembali untuk menarik uang Rp 15 miliar juga tidak dikabulkan.

Putut melanjutkan, baik Zulkifli dan Welly sama-sama mengajukan banding saat itu. Ternyata diputusan banding, keduanya tidak dapat diterima.

“Intinya Pak Zulkifli tidak dapat yang Rp 15 Miliar dan Pak Welly tidak dapat menuntut Pak Zulkifli. Namun Pak Zulkifli ngotot agar uang tersebut (Rp 15 miliar) kembali. Dia lantas mengajukan kasasi pada perkara 37,” kata Putut.

Namun rupanya, hakim berkata lain. Hasil kasasi putusan MA menyatakan bahwa Zulkifli sebagai pemohon kasasi juga dihukum.

”Ternyata hakim memeriksanya begitu. Yah Alhamdulillah Barokalloh. Artinya doa dari para nasabah koperasi mungkin diijabah. Sehingga MA memberikan putusan demikian. Putusan kasasi ini membuktikan di mana uang para nasabah koperasi itu berada,” tandas Putut. (rpd/hn/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan Mastrip  

Pohon tumbang inipun cepat dievakuasi, karena berada tak jauh dari kantor Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo.

Sopir Ngantuk, Dua Dump Truk Adu Moncong di Purwosari  

Truk yang disopiri Komarudin tiba-tiba melaju ke jalur berlawanan hingga tertabrak truk lain.

Truk Terguling di Cangkringmalang Beji, Muatan Pupuk Tercecer

Kecelakaan itu memicu kemacetan di jalur pantura.

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Ini Pesan Bamsoet

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menaruh harapan besar kehadiran JMSI akan semakin melengkapi berbagai entitas kelembagaan pers yang telah lahir sebelumnya.