alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Seluruh OPD di Pemkab Probolinggo Dilatih Digital Marketing

BRANDING memiliki peran penting dalam memasarkan produk. Termasuk dalam menyampaikan kinerja kepada masyarakat. Tak terkecuali bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Berawal dari hal itu, Diskominfo Kabupaten Probolingo menggelar Pelatihan Marketing Digital. Pelatihan yang digelar di Ruang Jabung 2, Lantai III Kantor Bupati Probolinggo, itu diikuti 138 peserta. Mereka berasal dari 69 OPD. Masing-masing OPD mengirimkan 2 perwakilannya.

Pelatihan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Di antaranya, menjaga jarak antarpeserta, memakai masker, dan disiapkan hand sanitizer. Ratusan peserta itu dibagi dalam tiga kelompok dan mengikuti pelatihan pada hari berbeda. Yakni, mulai Selasa-Kamis (20-22/10). Selain materi, peserta juga mendapatkan praktik dan tanya jawab.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, digital marketing memiliki peranan penting. Termasuk bagi kalangan OPD. “Di zaman transformasi digital, kita harus memakai branding. Di sini kita bisa memainkan peran untuk meng-ekspose kinerja kita melalui media digital,” katanya.

Menurutnya, penyampaian kinerja melalui media digital juga menjadi bagian dalam informasi keterbukaan publik. Agar laku, konten atau informasinya harus inovatif dan kreatif. “Dari sisi gambar atau foto buatlah yang menarik, hilangkan kesan formal. Tulisan juga dibuat menarik, pendek, dan jelas. Di sini, menarik itu bukan bagi diri sendiri, melainkan bagi orang lain,” jelasnya.

Diskominfo mengundang Prasetyo Adi, sebagai narasumber. Pria dari Kawakibi Digital Branding Sidoarjo, itu mengupas tentang Optimalisasi Instagram dan Website untuk Branding Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Probolinggo.

MENGALIR: Narasumber Prasetyo Adi (kiri) dalam sesi tanya jawab didampingi Kasi Pengelola Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Sutarno.

 

Menurutnya, ada sejumlah tips dalam optimalisasi Instagram. Di antaranya, atur Instagram menjadi akun bisnis, privasi akun menjadi publik, pasang foto profil menarik, buat username yang sesuai, tarik pelanggan dengan bio menarik, optimasi menggunakan hashtag, kerja sama dengan influencer, dan perhatikan jadwal postingan.

“Untuk website, gunakan website mobile responsive, tingkatkan kecepatan website, tulis artikel 5W, 1H + keyword, update artikel setiap hari minimal sekali, share link ke sosmed (sosial media), WA (WhastApp), atau media lain,” katanya.

Yang tidak boleh dilupakan dalam branding digital adalah menentukan pesan utama yang ingin disampaikan. Kemudian, tentukan target audiens atau pembaca. Konten bisa berupa gambar atau video dan harus disertai caption menarik.

“Agar terlihat, maka perlu hashtag marketing. Untuk mencari hashtag popular bisa klik allhashtag.com. Untuk jadwal posting di waktu primetime. Pagi antara pukul 05.00-07.00, siang pukul 11.00-13.00, sore pukul 19.00-21.00. Tapi, itu kembali lagi ke algoritma target audiens,” ujarnya. (uno/adv)

BRANDING memiliki peran penting dalam memasarkan produk. Termasuk dalam menyampaikan kinerja kepada masyarakat. Tak terkecuali bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Berawal dari hal itu, Diskominfo Kabupaten Probolingo menggelar Pelatihan Marketing Digital. Pelatihan yang digelar di Ruang Jabung 2, Lantai III Kantor Bupati Probolinggo, itu diikuti 138 peserta. Mereka berasal dari 69 OPD. Masing-masing OPD mengirimkan 2 perwakilannya.

Pelatihan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Di antaranya, menjaga jarak antarpeserta, memakai masker, dan disiapkan hand sanitizer. Ratusan peserta itu dibagi dalam tiga kelompok dan mengikuti pelatihan pada hari berbeda. Yakni, mulai Selasa-Kamis (20-22/10). Selain materi, peserta juga mendapatkan praktik dan tanya jawab.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, digital marketing memiliki peranan penting. Termasuk bagi kalangan OPD. “Di zaman transformasi digital, kita harus memakai branding. Di sini kita bisa memainkan peran untuk meng-ekspose kinerja kita melalui media digital,” katanya.

Menurutnya, penyampaian kinerja melalui media digital juga menjadi bagian dalam informasi keterbukaan publik. Agar laku, konten atau informasinya harus inovatif dan kreatif. “Dari sisi gambar atau foto buatlah yang menarik, hilangkan kesan formal. Tulisan juga dibuat menarik, pendek, dan jelas. Di sini, menarik itu bukan bagi diri sendiri, melainkan bagi orang lain,” jelasnya.

Diskominfo mengundang Prasetyo Adi, sebagai narasumber. Pria dari Kawakibi Digital Branding Sidoarjo, itu mengupas tentang Optimalisasi Instagram dan Website untuk Branding Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Probolinggo.

MENGALIR: Narasumber Prasetyo Adi (kiri) dalam sesi tanya jawab didampingi Kasi Pengelola Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Sutarno.

 

Menurutnya, ada sejumlah tips dalam optimalisasi Instagram. Di antaranya, atur Instagram menjadi akun bisnis, privasi akun menjadi publik, pasang foto profil menarik, buat username yang sesuai, tarik pelanggan dengan bio menarik, optimasi menggunakan hashtag, kerja sama dengan influencer, dan perhatikan jadwal postingan.

“Untuk website, gunakan website mobile responsive, tingkatkan kecepatan website, tulis artikel 5W, 1H + keyword, update artikel setiap hari minimal sekali, share link ke sosmed (sosial media), WA (WhastApp), atau media lain,” katanya.

Yang tidak boleh dilupakan dalam branding digital adalah menentukan pesan utama yang ingin disampaikan. Kemudian, tentukan target audiens atau pembaca. Konten bisa berupa gambar atau video dan harus disertai caption menarik.

“Agar terlihat, maka perlu hashtag marketing. Untuk mencari hashtag popular bisa klik allhashtag.com. Untuk jadwal posting di waktu primetime. Pagi antara pukul 05.00-07.00, siang pukul 11.00-13.00, sore pukul 19.00-21.00. Tapi, itu kembali lagi ke algoritma target audiens,” ujarnya. (uno/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/