alexametrics
27 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Aturan Baru Permenhub, Ini yang Harus Diketahui Goweser

MAYANGAN, Radar Bromo – Pengendara sepeda kini tak bisa seenaknya memodifikasi sepedanya sesuai keinginan. Termasuk ketika berkendara di jalan. Karena telah diatur dalam Permenhub Nomor 59/2020 tentang Keselamatan Sepeda. Namun, sejauh ini aturan ini belum sampai ke daerah.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Purwantoro Novianto mengatakan, terkait aturan yang baru di-launching itu belum sampai ke daerah. “Permenhub Nomor 59/2020 yang baru di-launching kemarin masih kami pelajari,” ujarnya, kemarin.

Gambaran umumnya, kata Purwantoro, dalam pesepeda boleh berjajar maksimal dua. Serta, dilarang menggunakan handphone ketika bersepeda. Demi keselamatan pesepeda, goweser dilarang memegang kendaraan lain agar bisa ditarik. Misalnya, berpegangan kepada sepeda motor atau kendaraan lain.

Pada pasal 6, juga diatur soal larangan mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi tempat duduk penumpang di bagian belakang. Menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik seluler saat berkendara juga dilarang, kecuali menggunakan piranti dengar.

Dalam aturan ini juga dijelaskan beberapa kelengkapan yang wajib ada di sepeda. Di antaranya, sepeda harus dilengkapi sepatbor di bagian ban belakang, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya, dan pedal.

Pemasangan sepatbor bertujuan mengurangi percikan air ke belakang sepeda. Lebar sepatbor minimal selebar telapak ban belakang. Kecuali, bagi sepeda balap, gunung, dan sepeda jenis lain sesuai ketentuan perundang-undangan. “Tujuan penggunaan sepatbor agar percikan air tidak mengenai kendaraan yang ada di belakangnya,” ujarnya.

Untuk alat pemantul cahaya harus dipasang di bawah sadel, pada jari-jari sepeda, serta di pedal. Pemasangan lampu diperbolehkan berbentuk sementara ataupun permanen serta dipasang pada bagian depan dan belakang sepeda. Sepeda yang digunakan harus memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). (rpd/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sopirnya Diduga Ngantuk, Mobil Xenia Tabrak Pohon–Pagar Sekolah

Mobil tiba-tiba mengarah ke kiri, hingga kemudian menabrak dua pohon palm dan mangga. Selanjutnya menabrak pagar sekolah, hingga laju kendaraan seketika itu langsung berhenti.

Debat Publik Perdana Pilwali Pasuruan Usung Tema Kesejahteraan

Dua pasangan calon yang berebut dukungan rakyat Kota Pasuruan berdebat dalam 6 segmen. Total durasi seluruh acara selama 120 menit.

Dua Pohon Tumbang Timpa Motor-Macetkan Jalan di Pasuruan

Pohon tumbang usai diterjang angin kencang.

Salip Kiri, Warga Rembang Tewas Terlindas Truk Gandeng di Rejoso

Korban merengang nyawa saat hendak berangkat kerja.

Dana Kebencanaan Kota Pasuruan Sudah Terserap 70 Persen

Dana kebencanaan yang dimiliki oleh Pemkot Pasuruan tahun ini diyakini mencukupi.