Ajarkan Cinta Alam Semesta

Menjadi guru Kelompok Bermain (KB) dituntut kreatif untuk menggugah minat belajar anak didiknya. Mereka butuh ketelatenan dan cara tersendiri. Seperti dilakukan guru KB Delima, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Dian Maryatul Qibtiyah.

MUKHAMAD ROSYIDI, Kedopok

Si Gembul dan Si Ucup. Kalimat ini menjadi judul cerita bergambar karya Dian Maryatul Qibtiyah. Dalam karyanya yang menjadi syarat dalam PAUD Award 2018, itu Dian bercerita terkait metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu.

Cerita ini dibuat bertujuan memudahkannya menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya. Sebab, menurutnya, jika hanya disampaikan dengan tulisan tidak disertai gambar, anak-anak biasanya sulit menerima penjelasan.

Bukan hanya dengan cerita bergambar. Namun, juga dengan lagu-lagu. Itu, juga tidak lepas untuk memberikan pemahaman bagi anak didiknya. Dengan buku bergambar yang ditambah lagu mengenai kupu-kupu, semakin membuat anak didiknya mudah paham.

“Tujuan cerita yang saya buat untuk memberi pemahaman kepada anak. Demi semakin memberikan pemahaman, biasanya saya nambahi dengan lagu kupu-kupu dan tepuk kupu-kupu,” ujarnya.

Menurutnya, diambilnya kupu-kupu dalam cerita bergambarnya, bertujuan mengajar anak-anak untuk peduli dan menyayangi sesama makhluk hidup. Serta, mencintai alam semesta, termasuk mencintai hewan.

“Selalu mengajarkan anak berperilaku santun dan lembut terhadap orang yang lebih tua. Tidak lupa untuk selalu mengajarkan anak mencintai alam semesta, seperti tumbuhan dan binatang,” ujarnya.

Saat buku cerita bergambarnya dilakukan uji coba terhadap anak didiknya, Dian mengatakan, anak didiknya sangat antusias. Bahkan, mereka sangat menyukai pelajarannya. “Anak-anak sangat antusias. Apalagi pada saat tepuk kupu-kupu, mereka sangat suka,” ujarnya.

Saat cerita itu dibacakan, dari sekian murid yang ada sangat serius. Mereka memperhatikan jalannya cerita mulai dari awal hingga akhir. Tidak ada sedikitpun dari mereka yang bercanda. “Saat guru bercerita anak-anak begitu memperhatikan. Mereka suka dengan warna yang ada di buku cerita itu dan Alhamdulillah mereka merespons dengan baik,” ujarnya. (rud)