alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Varian Covid-19 Baru Belum Ditemukan di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Beberapa daerah di Jawa Timur Mulai mengalami peningkatan kasus Covid 19. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Seiring dengan bertambahnya Covid-19 tersebut, di kabupaten setempat belum ditemukan pasien Covid-19 yang terpapar Covid-19 varian baru.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat dr. Dewi Vironica. Ia menuturkan pihaknya masih belum mengetahuinya adanya Covid-19 varian baru atau tidak. Hal itu lantaran tidak ada satupun pasien Covid-19 yang dilakukan tes sequencing genome.

Sequencing genome, lanjut Dewi Vironica, merupakan metode tes untuk mengetahui, apakah Covid di tubuh pasien adalah varian baru atau covid yang sudah ada sebelumnya. “Jadi, harus tes ke Labkesda Surabaya dulu. Sementara ini masih belum ada. Untuk mengetahu jenis variannya Alfa Beta atau Delta” ujarnya Minggu (20/6).

Dia menjelaskan kalau sebenarnya jika menilik pada instruksi Pemprov Jatim, pasien Covid-19 yang harus dilakukan tes sequencing genome adalah pasien yang nilai Cycle Threshold Value (CT Value) saat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dibawah 25. Sedangkan di pasien Covid-19 di Probolinggo CT Value-nya masih di atas nilai 35 hingga 39.

CT Value dapat menentukan sekuat apa imunitas tubuh pasien melawan Covid-19. Semakin tinggi CT Value-nya, maka semakin cepat proses kesembuhannya, begitu juga sebaliknya.

Dia melanjutkan, selain nilai CT Value, pasien yang harus dites sequencing genome, apabila ditemukan pasien yang memang jelas-jelas gejala Covid-19, namun saat di tes PCR hasilnya negatif terus. Maka harus dites sequencing genome. Selain itu jika di temukan pasien Covid-19 dari anak-anak.

Guna mengantisipasi varian baru tersebut, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Probolinggo, dan terkonfirmasi Covid-19 maka harus dilakukan sequencing genome. Sehingga jika ditemukan varian baru, maka pihaknya dapat mencegah penyebarannya.

“Sebab virus ini kan dasarnya dari luar. Kami sudah, mengusulkan untuk para PMI agar di tes sequencing genome,”ujarnya.

Data covid-19 di Kabupaten Probolinggo hingga Minggu (20/6) sebanyak 3.272. Sebanyak 52 orang dirawat, 3.027 sembuh, dan 193 meninggal dunia. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Beberapa daerah di Jawa Timur Mulai mengalami peningkatan kasus Covid 19. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Seiring dengan bertambahnya Covid-19 tersebut, di kabupaten setempat belum ditemukan pasien Covid-19 yang terpapar Covid-19 varian baru.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat dr. Dewi Vironica. Ia menuturkan pihaknya masih belum mengetahuinya adanya Covid-19 varian baru atau tidak. Hal itu lantaran tidak ada satupun pasien Covid-19 yang dilakukan tes sequencing genome.

Sequencing genome, lanjut Dewi Vironica, merupakan metode tes untuk mengetahui, apakah Covid di tubuh pasien adalah varian baru atau covid yang sudah ada sebelumnya. “Jadi, harus tes ke Labkesda Surabaya dulu. Sementara ini masih belum ada. Untuk mengetahu jenis variannya Alfa Beta atau Delta” ujarnya Minggu (20/6).

Dia menjelaskan kalau sebenarnya jika menilik pada instruksi Pemprov Jatim, pasien Covid-19 yang harus dilakukan tes sequencing genome adalah pasien yang nilai Cycle Threshold Value (CT Value) saat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dibawah 25. Sedangkan di pasien Covid-19 di Probolinggo CT Value-nya masih di atas nilai 35 hingga 39.

CT Value dapat menentukan sekuat apa imunitas tubuh pasien melawan Covid-19. Semakin tinggi CT Value-nya, maka semakin cepat proses kesembuhannya, begitu juga sebaliknya.

Dia melanjutkan, selain nilai CT Value, pasien yang harus dites sequencing genome, apabila ditemukan pasien yang memang jelas-jelas gejala Covid-19, namun saat di tes PCR hasilnya negatif terus. Maka harus dites sequencing genome. Selain itu jika di temukan pasien Covid-19 dari anak-anak.

Guna mengantisipasi varian baru tersebut, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Probolinggo, dan terkonfirmasi Covid-19 maka harus dilakukan sequencing genome. Sehingga jika ditemukan varian baru, maka pihaknya dapat mencegah penyebarannya.

“Sebab virus ini kan dasarnya dari luar. Kami sudah, mengusulkan untuk para PMI agar di tes sequencing genome,”ujarnya.

Data covid-19 di Kabupaten Probolinggo hingga Minggu (20/6) sebanyak 3.272. Sebanyak 52 orang dirawat, 3.027 sembuh, dan 193 meninggal dunia. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/