alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Temukan Satu Kasus Kematian Sapi di Kota Probolinggo karena PMK

MAYANGAN, Radar Bromo-Bertambahnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak juga terjadi di Kota Probolinggo. Bahkan, ada satu sapi yang mati karena PMK. Meski begitu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat sejauh ini belum membuat selter khusus bagi hewan ternak yang terpapar PMK.

Kabid Peternakan pada DPKP Suryanto mengungkapkan, populasi ternak sapi di Kota Probolinggo sebanyak 11.074 ekor. Dari jumlah itu, 17 ekor dinyatakan suspect PMK. Usai diambil sampel laboratorium, ditemukan lima di antaranya dinyatakan positif virus PMK.

Sebagian hewan ternak yang suspect ini, delapan ekor dinyatakan sudah sembuh. Sementara untuk sebagian yang lainnya masih dalam tahap pengobatan. Meski begitu, pemantauan pada hewan ternak yang sembuh tetap dilakukan. Namun, ada satu ekor yang dinyatakan mati.

“Hewan ternak yang mati ini termasuk 17 ekor yang dinyatakan suspect. Hewan yang mati ini milik warga di Kecamatan Kademangan. Untuk lainnya, delapan ekor sudah sembuh, sedangkan delapan ekor lagi masih tahap pengobatan,” ungkapnya.

DPKP sendiri tidak langsung lepas tangan pada hewan ternak yang dinyatakan sembuh itu. Karena virus PMK baru dinyatakan benar-benar sembuh setelah 14 hari diobati. Untuk temuan hewan ternak yang mati, pihaknya langsung melakukan surveilans ke hewan ternak yang dimiliki pemilik tersebut.

“Hewan ternak yang berada dalam satu areal kandang langsung diisolasi di kandang tersebut. Mereka tidak boleh keluar untuk diperjualbelikan sampai benar-benar sembuh selama 14 hari,” terang Suryanto. (riz/mie)

MAYANGAN, Radar Bromo-Bertambahnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak juga terjadi di Kota Probolinggo. Bahkan, ada satu sapi yang mati karena PMK. Meski begitu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat sejauh ini belum membuat selter khusus bagi hewan ternak yang terpapar PMK.

Kabid Peternakan pada DPKP Suryanto mengungkapkan, populasi ternak sapi di Kota Probolinggo sebanyak 11.074 ekor. Dari jumlah itu, 17 ekor dinyatakan suspect PMK. Usai diambil sampel laboratorium, ditemukan lima di antaranya dinyatakan positif virus PMK.

Sebagian hewan ternak yang suspect ini, delapan ekor dinyatakan sudah sembuh. Sementara untuk sebagian yang lainnya masih dalam tahap pengobatan. Meski begitu, pemantauan pada hewan ternak yang sembuh tetap dilakukan. Namun, ada satu ekor yang dinyatakan mati.

“Hewan ternak yang mati ini termasuk 17 ekor yang dinyatakan suspect. Hewan yang mati ini milik warga di Kecamatan Kademangan. Untuk lainnya, delapan ekor sudah sembuh, sedangkan delapan ekor lagi masih tahap pengobatan,” ungkapnya.

DPKP sendiri tidak langsung lepas tangan pada hewan ternak yang dinyatakan sembuh itu. Karena virus PMK baru dinyatakan benar-benar sembuh setelah 14 hari diobati. Untuk temuan hewan ternak yang mati, pihaknya langsung melakukan surveilans ke hewan ternak yang dimiliki pemilik tersebut.

“Hewan ternak yang berada dalam satu areal kandang langsung diisolasi di kandang tersebut. Mereka tidak boleh keluar untuk diperjualbelikan sampai benar-benar sembuh selama 14 hari,” terang Suryanto. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/