alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Ombak Rusak Perahu Nelayan di Dringu

DRINGU, Radar Bromo Gelombang besar di perairan tak hanya terjadi di Pasuruan. Di Probolinggo, ombak dan angin kencang membuat perahu-perahu milik nelayan di Dringu, mengalami kerusakan. Perahu milik nelayan rusak saat ombak besar menerjang tepi pantai, sehingga perahu-perahu saling bertabrakan.

Salah satu nelayan yang perahunya rusak adalah Slamet Riyadi, 42. Nelayan asal RT 3/RW 9, Dusun Parsehan, Desa Taman Sari itu menyebut, empat perahu nelayan yang rusak. Dua perahu milik warga yang rusak parah dan satu perahu rusak ringan.

“Ombak besar terjadi Kamis (19/5). Tiba-tiba perahu bertabrakan,” beber Slamet Riyadi.

Nelayan seperti dirinya tak mengira, ombak bakal besar. Sehingga begitu ombak besar muncul dan perahu saling bertabrakan, nelayan lainnya berupaya menyelematkan asetnya. Sebab, hanya perahu-perahu itu yang diandalkan untuk mencari rezeki.

Nah, Slamet adalah salah satu nelayan yang tak sempat menyelamatkan perahunya. Sehingga begitu perahunya rusak, praktis dia libur melaut. Perahu yang biasa digunakan untuk mencari ikan. tidak bisa di layarkan.

Saat ini, Slamet dan nelayan lainnya memperbaiki perahunya. Kerusakannya perahu Slamet sangat parah. Bahkan, perahunya menjadi tiga bagian. Salah satu bagian dari sisi perahu sampai saat ini belum di temukan.

“Saya disarankan warga untuk membeli perahu lagi. karena memperbaikinya membutuhkan dana senilai jutaan rupiah. Mun tek beccek tak alakoh (Gak diperbaiki, gak kerja),” katanya.

DRINGU, Radar Bromo Gelombang besar di perairan tak hanya terjadi di Pasuruan. Di Probolinggo, ombak dan angin kencang membuat perahu-perahu milik nelayan di Dringu, mengalami kerusakan. Perahu milik nelayan rusak saat ombak besar menerjang tepi pantai, sehingga perahu-perahu saling bertabrakan.

Salah satu nelayan yang perahunya rusak adalah Slamet Riyadi, 42. Nelayan asal RT 3/RW 9, Dusun Parsehan, Desa Taman Sari itu menyebut, empat perahu nelayan yang rusak. Dua perahu milik warga yang rusak parah dan satu perahu rusak ringan.

“Ombak besar terjadi Kamis (19/5). Tiba-tiba perahu bertabrakan,” beber Slamet Riyadi.

Nelayan seperti dirinya tak mengira, ombak bakal besar. Sehingga begitu ombak besar muncul dan perahu saling bertabrakan, nelayan lainnya berupaya menyelematkan asetnya. Sebab, hanya perahu-perahu itu yang diandalkan untuk mencari rezeki.

Nah, Slamet adalah salah satu nelayan yang tak sempat menyelamatkan perahunya. Sehingga begitu perahunya rusak, praktis dia libur melaut. Perahu yang biasa digunakan untuk mencari ikan. tidak bisa di layarkan.

Saat ini, Slamet dan nelayan lainnya memperbaiki perahunya. Kerusakannya perahu Slamet sangat parah. Bahkan, perahunya menjadi tiga bagian. Salah satu bagian dari sisi perahu sampai saat ini belum di temukan.

“Saya disarankan warga untuk membeli perahu lagi. karena memperbaikinya membutuhkan dana senilai jutaan rupiah. Mun tek beccek tak alakoh (Gak diperbaiki, gak kerja),” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/