alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Atap Kantor Desa Tambak Ukir Ambruk, Begini Kata Kadesnya…

KOTAANYAR, Radar Bromo – Atap gedung kantor Desa Tambak Ukir di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba ambruk. Atap gedung itu ambruk, Sabtu (21/5) pagi.

Atap kantor desa itu selama ini memang sudah keropos. Lalu, hujan deras turun Jumat (20/5) siang hingga malam di Tambak Ukir. Atap gedung pun menjadi basah dan berat. Dan Sabtu (21/5), atap gedung kantor desa itu ambruk. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden ini.

“Sehari sebelumnya memang hujan cukup deras. Jadi atap kantor menjadi lebih berat,” ujar Kades Tambak Ukir Mohammad Tarsan.

Menurut Tarsan, kantor desa itu dibangun pada 2017 di masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Seiring waktu, kayu penyangga yang terbuat dari kayu sukun dan kayu jaran mulai lapuk. Sehingga, dikhawatirkan atap sewaktu-waktu ambruk.

Karena kekhawatiran itu, beberapa waktu lalu Tarsan bersama perangkat desa setempat memindah aset-aset yang ada. Di antaranya kursi, lemari, berkas dan komputer milik desa. Aset itu dipindah untuk sementara ke rumahnya sambil menunggu ada program renovasi kantor desa.

“Agar aman semua barang-barang yang ada di bawah atap sementara saya pindah ke rumah,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut benar terjadi. Sabtu pagi, atap gedung ambruk. Untung saja saat ambruk tidak ada aktivitas pemerintahan desa. Sebab saat itu memang sedang libur.

KOTAANYAR, Radar Bromo – Atap gedung kantor Desa Tambak Ukir di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba ambruk. Atap gedung itu ambruk, Sabtu (21/5) pagi.

Atap kantor desa itu selama ini memang sudah keropos. Lalu, hujan deras turun Jumat (20/5) siang hingga malam di Tambak Ukir. Atap gedung pun menjadi basah dan berat. Dan Sabtu (21/5), atap gedung kantor desa itu ambruk. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden ini.

“Sehari sebelumnya memang hujan cukup deras. Jadi atap kantor menjadi lebih berat,” ujar Kades Tambak Ukir Mohammad Tarsan.

Menurut Tarsan, kantor desa itu dibangun pada 2017 di masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Seiring waktu, kayu penyangga yang terbuat dari kayu sukun dan kayu jaran mulai lapuk. Sehingga, dikhawatirkan atap sewaktu-waktu ambruk.

Karena kekhawatiran itu, beberapa waktu lalu Tarsan bersama perangkat desa setempat memindah aset-aset yang ada. Di antaranya kursi, lemari, berkas dan komputer milik desa. Aset itu dipindah untuk sementara ke rumahnya sambil menunggu ada program renovasi kantor desa.

“Agar aman semua barang-barang yang ada di bawah atap sementara saya pindah ke rumah,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut benar terjadi. Sabtu pagi, atap gedung ambruk. Untung saja saat ambruk tidak ada aktivitas pemerintahan desa. Sebab saat itu memang sedang libur.

MOST READ

BERITA TERBARU

/