alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Teguran Pelanggar di Jalur Sepeda Belum Efektif, Sanksi Juga Tak Bisa

MAYANGAN, Radar Bromo – Sulit untuk memberikan sanksi terhadap pemilik kendaraan yang parkir di jalur sepeda. Butuh kesadaran diri dari masyarakat. Sebab teguran yang diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir di jalur sepeda, tidak membuat jera.

Masih banyak pemilik kendaraan yang saja nekat untuk parkir di jalur itu. Sebab, memang tidak ada sanksi tegas bagi pelanggarnya. Di sisi lain, jalur sepeda di Kota Probolinggo, memang banyak terdapat di jalan perkotaan. Yang acapkali dibutuhkan untuk kendaraan berhenti parkir, khususnya di tepi jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, sejatinya teguran sudah mulai dilakukan sejak awal Maret. Dalam dua pekan ini, petugas Dishub rutin memberi peringatan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno-Hatta.

Mantan Kasatpol PP Kota Probolinggo ini mengaku, teguran memang belum bisa maksimal. Pihaknya masih kerap menemukan pemilik kendaraan hingga pedagang kaki lima (PKL), parkir di jalur sepeda. Saat ditegur petugas, mereka biasanya berdalih hanya sebentar.

“Sosialisasi lewat radio sudah dilakukan pada Januari dan Februari. Sejak bulan ini, petugas rutin berkeliling menegur kendaraan yang bandel,” ungkapnya.

Agus mengaku, pihaknya sangat menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, di jalur sepeda sudah terpasang rambu larangan parkir. Dishub berharap agar masyarakat memahami rambu jalur sepeda. Sebab, jalur ini untuk keselamatan pesepeda lebih terjamin.

“Cuma ya begitu, mereka bilangnya hanya sebentar dan tidak lama. Jadi memang butuh edukasi, pemahaman dan kesadaran yang lebih baik dari masyarakat,” terang Agus.

MAYANGAN, Radar Bromo – Sulit untuk memberikan sanksi terhadap pemilik kendaraan yang parkir di jalur sepeda. Butuh kesadaran diri dari masyarakat. Sebab teguran yang diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir di jalur sepeda, tidak membuat jera.

Masih banyak pemilik kendaraan yang saja nekat untuk parkir di jalur itu. Sebab, memang tidak ada sanksi tegas bagi pelanggarnya. Di sisi lain, jalur sepeda di Kota Probolinggo, memang banyak terdapat di jalan perkotaan. Yang acapkali dibutuhkan untuk kendaraan berhenti parkir, khususnya di tepi jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, sejatinya teguran sudah mulai dilakukan sejak awal Maret. Dalam dua pekan ini, petugas Dishub rutin memberi peringatan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno-Hatta.

Mantan Kasatpol PP Kota Probolinggo ini mengaku, teguran memang belum bisa maksimal. Pihaknya masih kerap menemukan pemilik kendaraan hingga pedagang kaki lima (PKL), parkir di jalur sepeda. Saat ditegur petugas, mereka biasanya berdalih hanya sebentar.

“Sosialisasi lewat radio sudah dilakukan pada Januari dan Februari. Sejak bulan ini, petugas rutin berkeliling menegur kendaraan yang bandel,” ungkapnya.

Agus mengaku, pihaknya sangat menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, di jalur sepeda sudah terpasang rambu larangan parkir. Dishub berharap agar masyarakat memahami rambu jalur sepeda. Sebab, jalur ini untuk keselamatan pesepeda lebih terjamin.

“Cuma ya begitu, mereka bilangnya hanya sebentar dan tidak lama. Jadi memang butuh edukasi, pemahaman dan kesadaran yang lebih baik dari masyarakat,” terang Agus.

MOST READ

BERITA TERBARU

/