alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Suhu di Kota Probolinggo Lebih Panas saat Siang

KEDOPOK, Radar Bromo – Sejak beberapa hari terakhir, suhu di Kota Probolinggo ketika siang terasa lebih panas. Kondisi ini dikarenakan melambatnya embusan angin. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menyebut, cuaca masih normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, suhu udara di Kota Probolinggo masih dalam batas wajar. Rata-rata saat siang berkisar 30 hingga 31 derajat Celsius. Namun, saat siang ada pengaruh awan serta kecepatan angin di bawah 10 kilometer per jam.

“Kecepatan angin beberapa hari terakhir sekitar 9 kilometer per jam. Ini yang membuat suhu udara terasa panas. Kalau suhunya masih normal, di bawah 33 derajat Celsius,” jelasnya.

Gito –sapaannya- mengaku melihat dari citra satelit, di kanan dan kiri Kota Probolinggo banyak awan. Jika kecepatan angin di atas 10 kilometer per jam, maka panas yang dirasakan masyarakat akan berkurang.

Meski suhu udara cukup panas saat siang hari, Gito memastikan, jika potensi terjadinya bencana kebakaran karena cuaca masih rendah. Pasalnya, kondisi tanah di permukiman ataupun lahan masih lembap dan basah. Jika ada kebakaran, penyebabnya bukan karena cuaca.

“Kalau ditanya potensi kebakaran, tetap ada. Cuma kemungkinan penyebab lain, seperti korsleting listrik, kebakaran kompor elpiji, atau lainnya,” ujarnya. (riz/rud)

KEDOPOK, Radar Bromo – Sejak beberapa hari terakhir, suhu di Kota Probolinggo ketika siang terasa lebih panas. Kondisi ini dikarenakan melambatnya embusan angin. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menyebut, cuaca masih normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, suhu udara di Kota Probolinggo masih dalam batas wajar. Rata-rata saat siang berkisar 30 hingga 31 derajat Celsius. Namun, saat siang ada pengaruh awan serta kecepatan angin di bawah 10 kilometer per jam.

“Kecepatan angin beberapa hari terakhir sekitar 9 kilometer per jam. Ini yang membuat suhu udara terasa panas. Kalau suhunya masih normal, di bawah 33 derajat Celsius,” jelasnya.

Gito –sapaannya- mengaku melihat dari citra satelit, di kanan dan kiri Kota Probolinggo banyak awan. Jika kecepatan angin di atas 10 kilometer per jam, maka panas yang dirasakan masyarakat akan berkurang.

Meski suhu udara cukup panas saat siang hari, Gito memastikan, jika potensi terjadinya bencana kebakaran karena cuaca masih rendah. Pasalnya, kondisi tanah di permukiman ataupun lahan masih lembap dan basah. Jika ada kebakaran, penyebabnya bukan karena cuaca.

“Kalau ditanya potensi kebakaran, tetap ada. Cuma kemungkinan penyebab lain, seperti korsleting listrik, kebakaran kompor elpiji, atau lainnya,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/