alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Hiu Tutul Kembali Muncul di Perairan Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Hiu tutul atau whale shark kembali muncul di Perairan Probolinggo, sejak beberapa hari lalu. Termasuk di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Karenanya, nelayan diharapkan tidak mengganggu dan turut menjaganya.

Munculnya hiu tutul di perairan Probolinggo, terekam kamera sejumlah warga yang hendak ke Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Seperti ditegaskan warga Desa Gili Ketapang, Syarif, 39.

“Sepekan ini sering lihat. Tapi, karena memang ini sudah tahunan, kami juga paham serta tidak pernah mengganggu mereka (hiu tutul),” ujarnya, Sabtu (19/2).

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, hiu tutul pada dasarnya saban tahun pasti ada. Meski bulannya berbeda-beda, namun pergeserannya sesuai insting hiu dalam mencari pakan.

“Pergeserannya seolah terstruktur, sesuai dengan insting alami pencarian makanan. Lantaran sudah kerap datang, warga pun sudah tak asing lagi,” ujarnya.

Terkait jumlahnya, menurut Slamet, bisa mencapai belasan dengan kelompok-kelompok kecil. Ia pun meminta warga turut menjaganya. “Jika diketahui posisinya agak menepi saat mencari pakan, sebaiknya dihalau agar kembali ke tengah,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Slamet, paling tidak masyarakat ikut menjaga dan melestarikan hewan yang kian langka dan dilindungi itu. “Jadi ikut melestarikan, menjaga, melindunginya. Syukur-syukur nambah daya tarik wisatawan yang hendak ke Pulau Gili,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Hiu tutul atau whale shark kembali muncul di Perairan Probolinggo, sejak beberapa hari lalu. Termasuk di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Karenanya, nelayan diharapkan tidak mengganggu dan turut menjaganya.

Munculnya hiu tutul di perairan Probolinggo, terekam kamera sejumlah warga yang hendak ke Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Seperti ditegaskan warga Desa Gili Ketapang, Syarif, 39.

“Sepekan ini sering lihat. Tapi, karena memang ini sudah tahunan, kami juga paham serta tidak pernah mengganggu mereka (hiu tutul),” ujarnya, Sabtu (19/2).

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, hiu tutul pada dasarnya saban tahun pasti ada. Meski bulannya berbeda-beda, namun pergeserannya sesuai insting hiu dalam mencari pakan.

“Pergeserannya seolah terstruktur, sesuai dengan insting alami pencarian makanan. Lantaran sudah kerap datang, warga pun sudah tak asing lagi,” ujarnya.

Terkait jumlahnya, menurut Slamet, bisa mencapai belasan dengan kelompok-kelompok kecil. Ia pun meminta warga turut menjaganya. “Jika diketahui posisinya agak menepi saat mencari pakan, sebaiknya dihalau agar kembali ke tengah,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Slamet, paling tidak masyarakat ikut menjaga dan melestarikan hewan yang kian langka dan dilindungi itu. “Jadi ikut melestarikan, menjaga, melindunginya. Syukur-syukur nambah daya tarik wisatawan yang hendak ke Pulau Gili,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/