alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sambung Pipa Sepanjang 225 Meter di Gili Ketapang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Memasuki hari ke-23 setelah terputusnya saluran pipa bawah laut PDAM, perbaikan masih terus dilakukan. Sabtu (20/2), petugas menyambung pipa sepanjang 225 meter.

Penyambungan itu dilakukan di darat. Selanjutnya pipa yang sudah tersambung dibawa kapal dan disambung dengan pipa lain di dasar laut untuk mempertemukan dua bagian pipa. Yaitu pipa dari jalur utara (arah Gili) dan pipa dari jalur selatan (arah Bandaran).

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menerangkan, pihaknya memang mengadakan atau membeli pipa untuk menyambung pipa bawah laut yang terpotong 100 meter. Pipa yang dibutuhkan untuk sambungan di dasar laut itu tiba Jumat (19/2). Panjangnya 225 meter.

Namun, pipa itu tidak berbentuk utuh sepanjang 225 meter. Melainkan berupa potongan-potongan pipa dengan panjang beragam, mulai 5 meter. Karena itu, pipa-pipa tersebut lantas disambung lebih dulu di darat. Penyambungan pipa dilakukan di darat.

“Jadi pipa disambung dulu di darat. Kemudian dibawa ke dasar untuk disambung dengan pipa yang ada,” katanya, Sabtu (20/2) siang.

Kalau tidak ada kendala signifikan menurutnya, Minggu (21/2) pagi pipa itu akan dibawa ke dasar laut dan disambung dengan pipa yang terpotong.

“Nanti kami akan gunakan beton pemberat untuk menenggelamkan pipa itu. Selanjutnya dilakukan penyambungan. Semoga cuaca mendukung,” katanya.

Sucipto, 37, ketua Bumdes Wisata Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih menerangkan, pihak PDAM sejauh ini bekerja keras untuk memperbaiki pipa dasar laut yang rusak dan terpotong. Namun, memang selama ini proses perbaikan sering terkendala cuaca.

Kondisi tersebut menurutnya dimaklumi warga Gili. Walaupun, di lain sisi warga sangat membutuhkan air bersih dari PDAM.

“Kami memang sangat butuh air bersih dan berharap saluran pipa ini bisa segera normal. Namun, Kami juga menyadari perbaikan oleh PDAM sering terkendala cuaca,” lanjutnya.

Menurutnya, selama ini perbaikan hanya bisa dilakukan pagi hingga siang hari. Dan menjelang sore ombak mulai tinggi.

Seperti diketahui, uji coba saluran pipa bawah laut PDAM selama tiga hari gagal. Air dari PDAM tidak bisa keluar di Desa Gili saat uji coba, Sabtu (13/2). Padahal, pipa yang rusak sudah diperbaiki dengan dipasang clamp (klem). Diduga, masih ada pipa yang bocor.

Setelah dilakukan observasi, diketahui ada pipa bawah laut yang putus atau terpotong. Selain itu, pipa yang terpotong itu bergeser 200 meter dari titik semula.

Dua sisi pipa yang terpotong sempat ditarik dengan tiga kapal untuk disambung, namun gagal. Karena itu, PDAM memutuskan membeli pipa penyambung HDPE untuk menyambung pipa yang terpotong. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar Bromo – Memasuki hari ke-23 setelah terputusnya saluran pipa bawah laut PDAM, perbaikan masih terus dilakukan. Sabtu (20/2), petugas menyambung pipa sepanjang 225 meter.

Penyambungan itu dilakukan di darat. Selanjutnya pipa yang sudah tersambung dibawa kapal dan disambung dengan pipa lain di dasar laut untuk mempertemukan dua bagian pipa. Yaitu pipa dari jalur utara (arah Gili) dan pipa dari jalur selatan (arah Bandaran).

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menerangkan, pihaknya memang mengadakan atau membeli pipa untuk menyambung pipa bawah laut yang terpotong 100 meter. Pipa yang dibutuhkan untuk sambungan di dasar laut itu tiba Jumat (19/2). Panjangnya 225 meter.

Mobile_AP_Half Page

Namun, pipa itu tidak berbentuk utuh sepanjang 225 meter. Melainkan berupa potongan-potongan pipa dengan panjang beragam, mulai 5 meter. Karena itu, pipa-pipa tersebut lantas disambung lebih dulu di darat. Penyambungan pipa dilakukan di darat.

“Jadi pipa disambung dulu di darat. Kemudian dibawa ke dasar untuk disambung dengan pipa yang ada,” katanya, Sabtu (20/2) siang.

Kalau tidak ada kendala signifikan menurutnya, Minggu (21/2) pagi pipa itu akan dibawa ke dasar laut dan disambung dengan pipa yang terpotong.

“Nanti kami akan gunakan beton pemberat untuk menenggelamkan pipa itu. Selanjutnya dilakukan penyambungan. Semoga cuaca mendukung,” katanya.

Sucipto, 37, ketua Bumdes Wisata Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih menerangkan, pihak PDAM sejauh ini bekerja keras untuk memperbaiki pipa dasar laut yang rusak dan terpotong. Namun, memang selama ini proses perbaikan sering terkendala cuaca.

Kondisi tersebut menurutnya dimaklumi warga Gili. Walaupun, di lain sisi warga sangat membutuhkan air bersih dari PDAM.

“Kami memang sangat butuh air bersih dan berharap saluran pipa ini bisa segera normal. Namun, Kami juga menyadari perbaikan oleh PDAM sering terkendala cuaca,” lanjutnya.

Menurutnya, selama ini perbaikan hanya bisa dilakukan pagi hingga siang hari. Dan menjelang sore ombak mulai tinggi.

Seperti diketahui, uji coba saluran pipa bawah laut PDAM selama tiga hari gagal. Air dari PDAM tidak bisa keluar di Desa Gili saat uji coba, Sabtu (13/2). Padahal, pipa yang rusak sudah diperbaiki dengan dipasang clamp (klem). Diduga, masih ada pipa yang bocor.

Setelah dilakukan observasi, diketahui ada pipa bawah laut yang putus atau terpotong. Selain itu, pipa yang terpotong itu bergeser 200 meter dari titik semula.

Dua sisi pipa yang terpotong sempat ditarik dengan tiga kapal untuk disambung, namun gagal. Karena itu, PDAM memutuskan membeli pipa penyambung HDPE untuk menyambung pipa yang terpotong. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2