alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Masa PPKM, Bromo Sepi, Banyak Wisatawan Batalkan Kunjungan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA, Radar Bromo – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, berdampak terhadap jumlah kunjungaan wisata Gunung Bromo. Selama sepekan lebih, jumlah pengunjung sangat sepi. Sejumlah pelaku wisata mengaku omzetnya menurun dari akhir tahun 2020.

Bahkan, banyak calon pengunjung yang sudah memesan tiket secar online, jip Bromo, dan penginapan membatalkannya. Karena mereka terkendala penerapan PPKM di daerah mereka masing-masing. Meski di Bromo, tidak menerapkannya.

”Jumlah kunjungan wisata Bromo, tampak sepi. Saya dan teman-teman jasa transportasi Bromo juga sangat sepi. Bahkan sering dibatalkan oleh calon pengunjung,” kata salah satu pemilik saja jip Bromo, Choirul Umam.

Umam menjelaskan, dampak PPKM cukup terasa terhadap jumlah kunjungan wisata di kawasan Bromo. Meski di daerah pemangku wisata Bromo, tidak menerapkannya. Seperti di Kabupaten Probolinggo.

“Padahal, di Bromo tidak ada penerapan PPKM, cukup dengan surat sehat dan tiket online. Karena di daerah luar yang membuat calon pengunjung takut. Karena itu, banyak pengunjung yang membatalkan kunjungannya,” terangnya.

Hal serupa diungkapkan Yoyok, yang juga menyediakan jasa transportasi. Namun ia mengaku memaklumi karena memang ada PPKM di sejumlah daerah. “Rata-rata tamu kami dari luar, jadi kami harus menerima apapun. Tapi kami tetap optimistis dunia wisata, khususnya Bromo, akan kembali ramai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Kepala Seksi Wilayah I TNBTS Sarmin membenarkan, jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bromo, memang cukup sepi. Bahkan, kuota 30 persen dari kondisi normal yang ditetapkan tidak pernah terpenuhi. Jumlah kunjungan masih berkisar 20 persen dari kondisi normal. “Memang jumlah pengunjung yang datang sepi. Mungkin karena penerapan PPKM atau masih pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA, Radar Bromo – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, berdampak terhadap jumlah kunjungaan wisata Gunung Bromo. Selama sepekan lebih, jumlah pengunjung sangat sepi. Sejumlah pelaku wisata mengaku omzetnya menurun dari akhir tahun 2020.

Bahkan, banyak calon pengunjung yang sudah memesan tiket secar online, jip Bromo, dan penginapan membatalkannya. Karena mereka terkendala penerapan PPKM di daerah mereka masing-masing. Meski di Bromo, tidak menerapkannya.

”Jumlah kunjungan wisata Bromo, tampak sepi. Saya dan teman-teman jasa transportasi Bromo juga sangat sepi. Bahkan sering dibatalkan oleh calon pengunjung,” kata salah satu pemilik saja jip Bromo, Choirul Umam.

Mobile_AP_Half Page

Umam menjelaskan, dampak PPKM cukup terasa terhadap jumlah kunjungan wisata di kawasan Bromo. Meski di daerah pemangku wisata Bromo, tidak menerapkannya. Seperti di Kabupaten Probolinggo.

“Padahal, di Bromo tidak ada penerapan PPKM, cukup dengan surat sehat dan tiket online. Karena di daerah luar yang membuat calon pengunjung takut. Karena itu, banyak pengunjung yang membatalkan kunjungannya,” terangnya.

Hal serupa diungkapkan Yoyok, yang juga menyediakan jasa transportasi. Namun ia mengaku memaklumi karena memang ada PPKM di sejumlah daerah. “Rata-rata tamu kami dari luar, jadi kami harus menerima apapun. Tapi kami tetap optimistis dunia wisata, khususnya Bromo, akan kembali ramai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Kepala Seksi Wilayah I TNBTS Sarmin membenarkan, jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bromo, memang cukup sepi. Bahkan, kuota 30 persen dari kondisi normal yang ditetapkan tidak pernah terpenuhi. Jumlah kunjungan masih berkisar 20 persen dari kondisi normal. “Memang jumlah pengunjung yang datang sepi. Mungkin karena penerapan PPKM atau masih pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2