alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Golkar Tak Kebagian Jatah Ketua AKD Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo-Jumlah kursi Fraksi Golkar memang lebih banyak dibanding sejumlah fraksi lain di DPRD Kota Probolnggo. Namun, dalam rapat pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD), Rabu (18/9) malam, Golkar tak mendapat jatah pimpinan.

“Dalam penentuan pimpinan AKD, tidak ada kaitannya dengan jumlah kursi fraksi. Pemilihan pimpinan AKD murni hasil musyawarah di masing-masing AKD,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Golkar Fernanda Zulkarnain, kemarin (19/9).

Fernanda mengatakan, bahwa fraksinya tidak mempersoalkan tidak adanya anggota Golkar yang menjadi pimpinan AKD. Terpenting, ada perwakilan Golkar dalam setiap AKD. “Selain itu, proses pembentukan AKD yang berlangsung kemarin malam (Rabu) sudah sesuai peraturan,” ujarnya.

Senada dengan Fernanda Zulkarnain, Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo Audi Firmana juga tidak mempermasalahkan tidak adanya perwakilan Golkar dalam posisi pimpinan AKD. “Tidak masalah yang penting dalam setiap AKD sudah ada perwakilan dari Golkar,” ujarnya. Audi mengungkapkan, proses pembentukan AKD pasti ada lobi-lobi politik. Fraksinya juga melakukan hal yang sama.

Dalam pembentukan AKD, Rabu (18/9) malam, Fraksi Golkar mengajukan Mukhlas Kurniawan untuk masuk dalam Badan kehormatan (BK). Namun, dalam pemungutan suara yang diikuti oleh anggota DPRD, Mukhlas berada di urutan ke 4. Sehingga, tidak masuk dalam struktur BK. (put/rud)

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Jumlah kursi Fraksi Golkar memang lebih banyak dibanding sejumlah fraksi lain di DPRD Kota Probolnggo. Namun, dalam rapat pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD), Rabu (18/9) malam, Golkar tak mendapat jatah pimpinan.

“Dalam penentuan pimpinan AKD, tidak ada kaitannya dengan jumlah kursi fraksi. Pemilihan pimpinan AKD murni hasil musyawarah di masing-masing AKD,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Golkar Fernanda Zulkarnain, kemarin (19/9).

Fernanda mengatakan, bahwa fraksinya tidak mempersoalkan tidak adanya anggota Golkar yang menjadi pimpinan AKD. Terpenting, ada perwakilan Golkar dalam setiap AKD. “Selain itu, proses pembentukan AKD yang berlangsung kemarin malam (Rabu) sudah sesuai peraturan,” ujarnya.

Senada dengan Fernanda Zulkarnain, Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo Audi Firmana juga tidak mempermasalahkan tidak adanya perwakilan Golkar dalam posisi pimpinan AKD. “Tidak masalah yang penting dalam setiap AKD sudah ada perwakilan dari Golkar,” ujarnya. Audi mengungkapkan, proses pembentukan AKD pasti ada lobi-lobi politik. Fraksinya juga melakukan hal yang sama.

Dalam pembentukan AKD, Rabu (18/9) malam, Fraksi Golkar mengajukan Mukhlas Kurniawan untuk masuk dalam Badan kehormatan (BK). Namun, dalam pemungutan suara yang diikuti oleh anggota DPRD, Mukhlas berada di urutan ke 4. Sehingga, tidak masuk dalam struktur BK. (put/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/