Bangkitkan Saraf Motorik Anak

Banyak cara dilakukan guru Kelompok Bermain (KB) untuk memberikan rangsangan berpikir kepada anak didiknya. Salah satunya memakai cerita bergambar.

MUKHAMAD ROSYIDI, Kedopok

Menjadi guru KB, dituntut kreatif. Sehingga, dengan mudah masuk ke dunia anak didiknya yang masih sangat dini. Tujuannya, merangsang motorik serta otak kanan dan kiri anak. Salah satunya bisa dilakukan dengan media gambar.

Itulah yang selama ini dilakukan oleh salah seorang guru KB Aisyiyah IV, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Wiji Novi Ali. Menurutnya, tujuan utamanya sederhana, mengajak anak selalu aktif terutama fisik motoriknya.

Caranya, mengajak mereka melakukan kegiatan senam. Sesuai dengan cerita bergambar yang dibuatnya dengan judul Akbar Tak Mau Senam. Novi mengaku, dengan tema ini pihaknya bisa menceritakan kepada anak didiknya soal pentingnya senam. Dengan mengambil tokoh fiksi Akbar, ia menceritakan anak yang tidak mau bersenam.

Dengan menerima penjelasan melalui gambarnya, menurutnya, baru anak didiknya bisa memahami fungsi atau dampak bagi dirinya. “Ini, upaya kami untuk bisa memancing anak lebih interaktif lagi. Di sini kami membangun tokoh fiksi yang tidak mau bersenam,” ujarnya.

Menurut Novi, sebenarnya senam baik untuk kecerdasan otak. Sebab, yang dibahas dalam cerita bergambar itu merupakan senam otak. Gerakannya berbeda dengan senam kebugaran. “Senam otak gerakannya berlawanan. Itulah yang dinamakan dengan melakukan kegiatan fisik akan menjadi sehat dan dapat mengoptimalkan kecerdasan otak,” ujarnya.

Salam senam otak yang diceritakan dalam cerita bergambarnya, bukan hanya senam otak untuk mengoptimalkan kecedasan motorik kasar. Tapi, juga untuk mencerdaskan motorik halus.

Menurutnya, di awal pengenalannya, tidak langsung diterima oleh anak didiknya. Mulanya hanya sebagian yang merespons. Namun, ia terus berusaha memperbaikinya agar lebih banyak lagi yang merespons.

“Namanya juga anak-anak. Ada yang malas dan ada yang minat. Tapi, saya terus berupaya agar bisa diterima oleh semuanya,” ujar nominasi PAUD Award gelaran Disdikpora Kota Probolinggo itu.

Novi mengaku, mendapatkan cerita ini berasal dari lingkungannya. Bermula ketika melihat anak didiknya yang enggan bersenam. Karenanya, muncul inisiatif untuk memberikan pengertian kepada anak didik melalui cerita bergambar. (rud)