alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Innalillahi, Rais Syuriah PC NU Kota Probolinggo KH M Lubab Wafat

KANIGARAN, Radar Bromo– Kabar duka menyelimuti warga Kota Probolinggo. Selasa (20/7), Rais Syuriah PC NU Kota Probolinggo K.H. Moch. Lubab Abul Khoir, tutup usia.

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Ishlah, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, itu meninggal dalam usia 53 tahun. Kiai Lubab meninggal di kediamannya sekitar pukul 12.00. Kabar duka dengan cepat menyebar. Petakziah pun berdatangan untuk turut mengantarkannya ke peristiratan terakhirnya.

“Sekitar tiga hari lalu, asam lambungnya naik, sehingga dirawat di rumahnya. Kemarin (Senin, 19/7) malam sempat diperiksa oleh dokter di klinik NU. Kondisinya membaik. Tadi (Selasa) pagi, katanya kambuh. Siangnya, bakda duhur sekitar pukul 12.00, kami mendapatkan informasi beliau tutup umur,” ujar Ketua Tanfdziyah PC NU Kota Probolinggo Samsur, kemarin.

Kiai Lubab, kata Samsur, menjabat sebagai Rais Syuriah PC NU Kota Probolinggo. Ia menggantikan almarhum K.H. Abdul Aziz Fadhal, setahun lalu.

Menurutnya, Kiai Lubab merupakan orang yang sabar dan selalu menyempatkan diri terhadap kepentingan NU. Loyalitasnya juga bisa diacungi jempol. “Orangnya low profile, sabar, serta khober pada perjuangan NU,” jelas Samsur.

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad. Menurutnya, Kiai Lubab merupakan orang yang alim dan baik. Juga disiplin dalam berorganisasi. Ia mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Kiai Lubab.

“Kiai Lubab terkenal sebagai kiai alim dan baik. Serta orang yang tunduk-patuh kepada aturan organisasi. Beliau aktif di masyarakat. Sangat merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Nizar.

Tadi malam bakda isya, almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di area Pesantren Zainul Ishlah. Belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga tekait wafatnya Kiai Lubab. (rpd/rud)

 

KANIGARAN, Radar Bromo– Kabar duka menyelimuti warga Kota Probolinggo. Selasa (20/7), Rais Syuriah PC NU Kota Probolinggo K.H. Moch. Lubab Abul Khoir, tutup usia.

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Ishlah, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, itu meninggal dalam usia 53 tahun. Kiai Lubab meninggal di kediamannya sekitar pukul 12.00. Kabar duka dengan cepat menyebar. Petakziah pun berdatangan untuk turut mengantarkannya ke peristiratan terakhirnya.

“Sekitar tiga hari lalu, asam lambungnya naik, sehingga dirawat di rumahnya. Kemarin (Senin, 19/7) malam sempat diperiksa oleh dokter di klinik NU. Kondisinya membaik. Tadi (Selasa) pagi, katanya kambuh. Siangnya, bakda duhur sekitar pukul 12.00, kami mendapatkan informasi beliau tutup umur,” ujar Ketua Tanfdziyah PC NU Kota Probolinggo Samsur, kemarin.

Kiai Lubab, kata Samsur, menjabat sebagai Rais Syuriah PC NU Kota Probolinggo. Ia menggantikan almarhum K.H. Abdul Aziz Fadhal, setahun lalu.

Menurutnya, Kiai Lubab merupakan orang yang sabar dan selalu menyempatkan diri terhadap kepentingan NU. Loyalitasnya juga bisa diacungi jempol. “Orangnya low profile, sabar, serta khober pada perjuangan NU,” jelas Samsur.

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad. Menurutnya, Kiai Lubab merupakan orang yang alim dan baik. Juga disiplin dalam berorganisasi. Ia mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Kiai Lubab.

“Kiai Lubab terkenal sebagai kiai alim dan baik. Serta orang yang tunduk-patuh kepada aturan organisasi. Beliau aktif di masyarakat. Sangat merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Nizar.

Tadi malam bakda isya, almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di area Pesantren Zainul Ishlah. Belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga tekait wafatnya Kiai Lubab. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/