alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Kena PHK Sepihak, Tiga Karyawan Konfeksi PT Hansika Wadul Dewan

KANIGARAN, Radar Bromo – Tiga karyawan PT Hansika Unggul Indah, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mengadu ke DPRD. Mereka mengaku diberhentikan secara sepihak.

Rabu (19/1), Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permasalahan ini. Para pihak dihadirkan untuk memperjelas permasalahannya.

Tiga karyawan itu adalah Djuharsan, Yani, dan Lukman Hakim. Hadir juga perwakilan dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) Kota Probolinggo.

Djurhasan mengaku diberhentikan mulai 1 April 2020. Pada Juli 2020, dipanggil untuk bekerja kembali. Tetapi, dengan gaji Rp 3 juta. Bukan Rp 5 juta seperti sebelumnya. Namun, ternyata bayaran yang didapatkan hanya Rp 1 juta. “Agustus, sudah tidak bekerja kembali,” ujarnya.

Sutiyah, salah seorang perwakilan PT Hansika Unggul Indah mengatakan, tiga orang karyawan itu tidak dipecat. Melainkan mereka yang meminta sendiri untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. “Saat pencairan, ia tidak memberitahukan kepada perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, perusahaan tidak sehat. Sehingga pekerjaan yang biasanya perusahaan Jepang meminta 25 ribu piece, distop tahun 2020. Pekerjaan itu dilakukan oleh 100 karyawannya.

Perusahannya baru mendapatkan job kembali sekitar 200 piece pada tahun 2021. Tetapi, hanya memperkerjakan 15 karyawan. “Persoalannya sudah kami bicarakan kepada karyawan. Bahwa, Jepang tidak lagi mengambil pakaian,” ujarnya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Tiga karyawan PT Hansika Unggul Indah, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mengadu ke DPRD. Mereka mengaku diberhentikan secara sepihak.

Rabu (19/1), Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait permasalahan ini. Para pihak dihadirkan untuk memperjelas permasalahannya.

Tiga karyawan itu adalah Djuharsan, Yani, dan Lukman Hakim. Hadir juga perwakilan dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) Kota Probolinggo.

Djurhasan mengaku diberhentikan mulai 1 April 2020. Pada Juli 2020, dipanggil untuk bekerja kembali. Tetapi, dengan gaji Rp 3 juta. Bukan Rp 5 juta seperti sebelumnya. Namun, ternyata bayaran yang didapatkan hanya Rp 1 juta. “Agustus, sudah tidak bekerja kembali,” ujarnya.

Sutiyah, salah seorang perwakilan PT Hansika Unggul Indah mengatakan, tiga orang karyawan itu tidak dipecat. Melainkan mereka yang meminta sendiri untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. “Saat pencairan, ia tidak memberitahukan kepada perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, perusahaan tidak sehat. Sehingga pekerjaan yang biasanya perusahaan Jepang meminta 25 ribu piece, distop tahun 2020. Pekerjaan itu dilakukan oleh 100 karyawannya.

Perusahannya baru mendapatkan job kembali sekitar 200 piece pada tahun 2021. Tetapi, hanya memperkerjakan 15 karyawan. “Persoalannya sudah kami bicarakan kepada karyawan. Bahwa, Jepang tidak lagi mengambil pakaian,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/