alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Wanita Tewas Dicekik di Indekos Tisnonegaran, Pelaku Diduga Suaminya

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Kasus pembunuhan kembali menggegerkan warga Kota Probolinggo. Rabu (20/1) malam, seorang wanita ditemukan tewas di dalam kamar sebuah indekos di Jalan Letjen Sutoyo Gang V, di lingkungan RT 6/RW 3, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo.

Korban tewas akibat cekikan dari pelaku yang diduga masih suaminya. Pelaku diperkirakan sempat cekcok, hingga kemudian mencekik korban hingga tewas. Korban ditengarai dicekik lantaran ada bekas di lehernya.

Insiden itu diketahui warga dan penghuni kos sekitar pukul 19.00. Warga baru mengetahui saat petugas memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP). Warga pun kian dibuat gempar saat polisi mengeluarkan jenazah, dari dalam kamar kos.

Bukan hanya warga dan penghuni kos. Marijo, 56, selaku pemilik indekos, juga terkejut. Pasalnya, insiden pembunuhan tersebut terjadi di salah satu kamar indekos, yang penghuninya masih baru.

Menurut Marijo, pria yang belum diketahui identitasnya itu baru dua hari ngekos di tempatnya. Pria yang berdomisili di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kelurahan Kanigaran itu, mengaku ngekos di tempatnya lantaran sedang bertengkar dengan istrinya.

“Jadi, dia (pelaku, Red) bilangnya ngekos selama dua minggu dan sudah bayar Rp 250 ribu. Untuk KTP-nya katanya menyusul. Jadi saya tidak tahu siapa namanya, tapi istrinya warga Kebonsari Wetan,” katanya saat ditemui di rumah indekosnya.

Marijo mengaku, tidak mengetahui jika ada peristiwa tersebut. Dia sendiri baru mengetahui informasi dari sejumlah penghuni kos, sore hari. Sekitar pukul 17.00 anak-anak (penghuni indekos lain), sempat melihat istrinya (pelaku, Red) mendatangi kamar kos, dengan mengendarai motor Honda Beat warna putih.

Selanjutnya sekitar pukul 18.00, lampu kamar kos sudah mati. Sampai ssat itu, tidak ada yang mengetahui. Sebab tidak ada suara apapun.

“Saya tahunya baru sekitar pukul 19.00, Mas. Saya dapat info jika kosan saya ramai polisi dan saat saya datang sudah dipasang garis polisi (police line, Red), Jadi saya tidak tahu peristiwanya. Yang jelas di sini ada 8 kamar dan penuh semuanya,” katanya. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Kasus pembunuhan kembali menggegerkan warga Kota Probolinggo. Rabu (20/1) malam, seorang wanita ditemukan tewas di dalam kamar sebuah indekos di Jalan Letjen Sutoyo Gang V, di lingkungan RT 6/RW 3, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo.

Korban tewas akibat cekikan dari pelaku yang diduga masih suaminya. Pelaku diperkirakan sempat cekcok, hingga kemudian mencekik korban hingga tewas. Korban ditengarai dicekik lantaran ada bekas di lehernya.

Insiden itu diketahui warga dan penghuni kos sekitar pukul 19.00. Warga baru mengetahui saat petugas memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP). Warga pun kian dibuat gempar saat polisi mengeluarkan jenazah, dari dalam kamar kos.

Mobile_AP_Half Page

Bukan hanya warga dan penghuni kos. Marijo, 56, selaku pemilik indekos, juga terkejut. Pasalnya, insiden pembunuhan tersebut terjadi di salah satu kamar indekos, yang penghuninya masih baru.

Menurut Marijo, pria yang belum diketahui identitasnya itu baru dua hari ngekos di tempatnya. Pria yang berdomisili di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kelurahan Kanigaran itu, mengaku ngekos di tempatnya lantaran sedang bertengkar dengan istrinya.

“Jadi, dia (pelaku, Red) bilangnya ngekos selama dua minggu dan sudah bayar Rp 250 ribu. Untuk KTP-nya katanya menyusul. Jadi saya tidak tahu siapa namanya, tapi istrinya warga Kebonsari Wetan,” katanya saat ditemui di rumah indekosnya.

Marijo mengaku, tidak mengetahui jika ada peristiwa tersebut. Dia sendiri baru mengetahui informasi dari sejumlah penghuni kos, sore hari. Sekitar pukul 17.00 anak-anak (penghuni indekos lain), sempat melihat istrinya (pelaku, Red) mendatangi kamar kos, dengan mengendarai motor Honda Beat warna putih.

Selanjutnya sekitar pukul 18.00, lampu kamar kos sudah mati. Sampai ssat itu, tidak ada yang mengetahui. Sebab tidak ada suara apapun.

“Saya tahunya baru sekitar pukul 19.00, Mas. Saya dapat info jika kosan saya ramai polisi dan saat saya datang sudah dipasang garis polisi (police line, Red), Jadi saya tidak tahu peristiwanya. Yang jelas di sini ada 8 kamar dan penuh semuanya,” katanya. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2