alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

RTH Jalan Supriyadi Jadi Tempat Parkir, Ini Langkah DLH  

KANIGARAN, Radar Bromo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo mulai bertindak tegas terkait dimanfaatkannya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Supriyadi, sebagai tempat parkir. DLH telah mengirimkan surat resmi kepada pengelola parkir, karena tidak sesuai peruntukan RTH.

“Surat itu untuk pengelola parkir yang menjelaskan bahwa tidak boleh menggunakan RTH untuk tempat parkir,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa.

RTH Supriyadi di belakang PT Eratex Djaja, telah cukup lama digunakan sebagai tempat parkir. Tidak hanya sebagai tempat parkir, namun juga banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana. “Kami akan mengundang pengelola parkir terkait penggunaan RTH sebagai tempat parkir,” terangnya.

Disinggung upaya DLH untuk pemanfaatan RTH sebagai tempat berjualan maupun tempat parkir, Deta mengatakan, RTH tidak bisa ditutup. Serta, merupakan ruang terbuka yang menjadi ruang publik. Ia mengaku akan mencari cara untuk mempertegas batas antara RTH dengan jalan.

“RTH seyogianya tidak berpagar karena merupakan fasum (fasilitas umum) yang boleh diakses oleh masyarakat serta sebagai penunjang paru-paru kota. Nanti kami cari cara mungkin dengan pagar hidup atau tanaman untuk mempertegas batas RTH,” ujarnya. (put/rud)

 

KANIGARAN, Radar Bromo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo mulai bertindak tegas terkait dimanfaatkannya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Supriyadi, sebagai tempat parkir. DLH telah mengirimkan surat resmi kepada pengelola parkir, karena tidak sesuai peruntukan RTH.

“Surat itu untuk pengelola parkir yang menjelaskan bahwa tidak boleh menggunakan RTH untuk tempat parkir,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa.

RTH Supriyadi di belakang PT Eratex Djaja, telah cukup lama digunakan sebagai tempat parkir. Tidak hanya sebagai tempat parkir, namun juga banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana. “Kami akan mengundang pengelola parkir terkait penggunaan RTH sebagai tempat parkir,” terangnya.

Disinggung upaya DLH untuk pemanfaatan RTH sebagai tempat berjualan maupun tempat parkir, Deta mengatakan, RTH tidak bisa ditutup. Serta, merupakan ruang terbuka yang menjadi ruang publik. Ia mengaku akan mencari cara untuk mempertegas batas antara RTH dengan jalan.

“RTH seyogianya tidak berpagar karena merupakan fasum (fasilitas umum) yang boleh diakses oleh masyarakat serta sebagai penunjang paru-paru kota. Nanti kami cari cara mungkin dengan pagar hidup atau tanaman untuk mempertegas batas RTH,” ujarnya. (put/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/