alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pandemi, PT KTI Rumahkan 170 Karyawan Usia di Atas 50 Tahun    

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Selama masa pandemi Covid-19, PT Kutai Timber Indonesia (KTI) Probolinggo telah merumahkan 170 karyawan. Alasannya, mereka telah berusia di atas 50 tahun dan rawan terpapar korona. Sebagai penggantinya, perusahaan pengolah kayu ini merekrut tenaga kerja baru melalui 6 vendor.

Hal ini diungkapkan Perwakilan HRD PT KTI Rahmad Hardianto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo, kemarin (19/1). “Total ada 170 karyawan berusia di atas 50 tahun dirumahkan, 50 orang di antaranya masih menerima gaji,” ujarnya.

“Dirumahkannya karyawan di atas usia 50 tahun ini, karena dalam masa pandemi ini rentan terpapar Covid-19. Apalagi, mereka yang juga memiliki komorbit. Selain itu, sudah ada karyawan berusia 50 tahun yang meninggal terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Selain merumahkan ratusan karyawan, PT KTI juga merekrut karyawan baru melalui 6 vendor. “Proses seleksi dilakukan vendor, kemudian vendor menyampaikan kepada perusahaan untuk melakukan seleksi akhir. Jadi, ada proses seleksi lagi oleh PT KTI untuk menentukan mana yang lolos,” ujarnya.

Mengenai jumlah karyawan dibutuhkan PT KTI dalam proses perekrutan, Rahmad tidak mengungkapkan angka pasti. Menurutnya, tergantung kebutuhan setiap divisi. “Masing-masing divisi mengajukan berapa kebutuhan karyawan. Kemudian diajukan ke manajemen. Setelah disetujui manajemen, data karyawan yang dibutuhkan ini diserahkan ke vendor,” ujarnya.

Sejak setahun terakhir, kata Rahmad, PT KTI tidak lagi merekrut karyawan secara langsung. Semua dilakukan melalui vendor. “Termasuk jika ada pelamar yang mengirimkan lamaran melalui Pos, lamaran itu akan kami arahkan ke vendor,” ujarnya.

Berdasarkan data PT KTI, sampai Desember 2020, pabrik ini memiliki 3.880 karyawan. Terdiri atas 78 persen laki-laki dan 22 persen perempuan. “Status pekerja 1.712 pegawai KTI dan 2.120 pegawai merupakan pegawai dari vendor,” terang Rahmad.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto mengatakan, rapat ini betujuan untuk mengetahui karena proses rekrutmen karyawan PT KTI dilakukan melalui vendor. Namun perlu diperjelas berapa yang dibutuhkan pabrik, sehingga vendor dapat memperkirakan jumlah karyawan yang bisa diajukan.

Menurutnya, seleksi awal memang dilakukan oleh vendor, namun keputusan siapa yang diterima tetap menjadi kewenangan PT KTI. “Sebenarnya vendor perlu dilibatkan dalam seleksi akhir ini, sehingga bisa mengetahui alasan masing-masing calon karyawan tidak diterima. Ini kan tidak, seleksi akhir dilakukan PT KTI saja,” ujarnya. (put/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Selama masa pandemi Covid-19, PT Kutai Timber Indonesia (KTI) Probolinggo telah merumahkan 170 karyawan. Alasannya, mereka telah berusia di atas 50 tahun dan rawan terpapar korona. Sebagai penggantinya, perusahaan pengolah kayu ini merekrut tenaga kerja baru melalui 6 vendor.

Hal ini diungkapkan Perwakilan HRD PT KTI Rahmad Hardianto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo, kemarin (19/1). “Total ada 170 karyawan berusia di atas 50 tahun dirumahkan, 50 orang di antaranya masih menerima gaji,” ujarnya.

“Dirumahkannya karyawan di atas usia 50 tahun ini, karena dalam masa pandemi ini rentan terpapar Covid-19. Apalagi, mereka yang juga memiliki komorbit. Selain itu, sudah ada karyawan berusia 50 tahun yang meninggal terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Mobile_AP_Half Page

Selain merumahkan ratusan karyawan, PT KTI juga merekrut karyawan baru melalui 6 vendor. “Proses seleksi dilakukan vendor, kemudian vendor menyampaikan kepada perusahaan untuk melakukan seleksi akhir. Jadi, ada proses seleksi lagi oleh PT KTI untuk menentukan mana yang lolos,” ujarnya.

Mengenai jumlah karyawan dibutuhkan PT KTI dalam proses perekrutan, Rahmad tidak mengungkapkan angka pasti. Menurutnya, tergantung kebutuhan setiap divisi. “Masing-masing divisi mengajukan berapa kebutuhan karyawan. Kemudian diajukan ke manajemen. Setelah disetujui manajemen, data karyawan yang dibutuhkan ini diserahkan ke vendor,” ujarnya.

Sejak setahun terakhir, kata Rahmad, PT KTI tidak lagi merekrut karyawan secara langsung. Semua dilakukan melalui vendor. “Termasuk jika ada pelamar yang mengirimkan lamaran melalui Pos, lamaran itu akan kami arahkan ke vendor,” ujarnya.

Berdasarkan data PT KTI, sampai Desember 2020, pabrik ini memiliki 3.880 karyawan. Terdiri atas 78 persen laki-laki dan 22 persen perempuan. “Status pekerja 1.712 pegawai KTI dan 2.120 pegawai merupakan pegawai dari vendor,” terang Rahmad.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto mengatakan, rapat ini betujuan untuk mengetahui karena proses rekrutmen karyawan PT KTI dilakukan melalui vendor. Namun perlu diperjelas berapa yang dibutuhkan pabrik, sehingga vendor dapat memperkirakan jumlah karyawan yang bisa diajukan.

Menurutnya, seleksi awal memang dilakukan oleh vendor, namun keputusan siapa yang diterima tetap menjadi kewenangan PT KTI. “Sebenarnya vendor perlu dilibatkan dalam seleksi akhir ini, sehingga bisa mengetahui alasan masing-masing calon karyawan tidak diterima. Ini kan tidak, seleksi akhir dilakukan PT KTI saja,” ujarnya. (put/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2