Nih Dia Mekanisme Pengganti USBN-UNBK

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana penghapusan USBN dan UNBK akan disertai program pengganti untuk penilaian siswa. Program pengganti itu melalui asesmen yang diselenggarakan oleh sekolah.

Namun, proses asesmen ini tidak dilakukan di akhir pendidikan, seperti halnya USBN dan UNBK. Melainkan dilakukan pada pertengahan masa pendidikan.

“Untuk pengganti USBN dan UNBK sudah ada, yaitu asesmen. Asesmen ini bukan ujian seperti saat ini. Bentuknya sistem penugasan yang dilakukan oleh sekolah kepada siswa,” ujar Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.

Dengan sistem asesmen ini, proses penilaian dilakukan oleh sekolah. Mengingat sekolah lebih mengenal cara pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.

“Contoh penugasan asesmen itu memberikan tugas akhir untuk dikerjakan oleh siswa. Tidak lagi dengan sistem ujian yang ada sekarang,” jelasnya.

Penugasan oleh sekolah diharapkan dapat disesuaikan dengan pembelajaran yang sudah didapat siswa. Sebab, USBN-UNBK selama ini, soalnya 70 persen dari pusat. Hanya 30 persen dari daerah. Sehingga, belum mengakomodasi hasil pembelajaran di daerah.

“Dengan asesmen ini, diharapkan proses penilaian siswa ini lebih ditekankan oleh daerah. Karena siswa ini kan belajar di sekolah. Yang mengerti dan melihat proses pembelajaran juga sekolah,” jelasnya.

Maskur menjelaskan, proses asesmen juga tidak harus dilakukan saat akhir pendidikan. Misalnya untuk jenjang SD dilakukan di kelas 6 atau SMP di kelas 9.

“Untuk SD bisa dilakukan saat kelas 4. Sedangkan SMP dilakukan di kelas 2,” terangnya. (put/hn)