alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Kuota Pengunjung Bromo Naik Jadi 1.634 Wisatawan Per Hari

SUKAPURA, Radar Bromo Dinilai sukses menerapkan protokol kesehatan (prokes),  kuota pengunjung Gunung Bromo pun ditambah. Jika awalnya 40 persen, saat ini disepakati 50 persen dari jumlah kunjungan normal.

Kesepakatan itu diputuskan setelah dilakukan evaluasi atas reaktivasi atau pembukaan wisata Gunung Bromo oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). Evaluasi digelar BB-TNBTS bersama mitra dari tiga daerah di sekitar Gunung Bromo.

Kepala Sub Bagian Data evaluasi dan Pelaporan di BB-TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, mitra dari tiga daerah di kawasan Gunung Bromo menyepakati tiga hal dalam rapat evaluasi itu. Di antaranya, kuota kunjungan wisatawan di Bromo dinaikkan jadi 50 persen.

“Berdasarkan kesepakatan itu akan ada 1.634 wisatawan setiap harinya atau 50 persen yang boleh masuk. Sebelumnya kuota pengunjung hanya 40 persen atau sekitar 1200 pengunjung saja,” katanya.

Dijelaskan Syarif, kuota 50 persen pengunjung wisata Bromo tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) dari Dirjen Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Selain itu, karena penerapan protokol kesehatan di wisata Gunung Bromo sudah sesuai rencana dan berjalan maksimal.

”Alhamdulillah selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tidak ada penyebaran covid-19 dari klaster Bromo,” terangnya.

Kesepakatan lain yang ditetapkan saat rapat evaluasi yakni surat sehat. Surat sehat tetap menjadi persyaratan untuk memasuki kawasan ini. Sebelumnya, usia yang diperkenankan masuk antara 10 – 60 tahun.

“Nah sekarang, usia 60 tahun ke atas sudah boleh ke Bromo. Intinya tidak ada batasan usia lagi,” terangnya. (mas/hn/mie)

 

SUKAPURA, Radar Bromo Dinilai sukses menerapkan protokol kesehatan (prokes),  kuota pengunjung Gunung Bromo pun ditambah. Jika awalnya 40 persen, saat ini disepakati 50 persen dari jumlah kunjungan normal.

Kesepakatan itu diputuskan setelah dilakukan evaluasi atas reaktivasi atau pembukaan wisata Gunung Bromo oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). Evaluasi digelar BB-TNBTS bersama mitra dari tiga daerah di sekitar Gunung Bromo.

Kepala Sub Bagian Data evaluasi dan Pelaporan di BB-TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, mitra dari tiga daerah di kawasan Gunung Bromo menyepakati tiga hal dalam rapat evaluasi itu. Di antaranya, kuota kunjungan wisatawan di Bromo dinaikkan jadi 50 persen.

“Berdasarkan kesepakatan itu akan ada 1.634 wisatawan setiap harinya atau 50 persen yang boleh masuk. Sebelumnya kuota pengunjung hanya 40 persen atau sekitar 1200 pengunjung saja,” katanya.

Dijelaskan Syarif, kuota 50 persen pengunjung wisata Bromo tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) dari Dirjen Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Selain itu, karena penerapan protokol kesehatan di wisata Gunung Bromo sudah sesuai rencana dan berjalan maksimal.

”Alhamdulillah selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tidak ada penyebaran covid-19 dari klaster Bromo,” terangnya.

Kesepakatan lain yang ditetapkan saat rapat evaluasi yakni surat sehat. Surat sehat tetap menjadi persyaratan untuk memasuki kawasan ini. Sebelumnya, usia yang diperkenankan masuk antara 10 – 60 tahun.

“Nah sekarang, usia 60 tahun ke atas sudah boleh ke Bromo. Intinya tidak ada batasan usia lagi,” terangnya. (mas/hn/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/