alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

BPBD: Waspada Lahar Dingin Bromo

KURIPAN, Radar Bromo– Memasuki musim hujan, warga Kabupaten Probolinggo, diimbau lebih waspada. Terutama, warga yang bertempat tinggal atau beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Sebab, sewaktu-waktu bisa terjadi lahar dingin, meski di kawasan tersebut tidak hujan. Seperti terjai pada akhir pekan kemarin.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, lahar dingin Bromo, itu terpantau di Sungai Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Sabtu (14/11) lalu, lahar dingin mengalir di sungai tersebut. “Lahar dingin terjadi Sabtu sore kemarin. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Orang di sini sudah hafal, kalau ada suara air banter, apalagi siang hari dan tidak ada hujan. Jadi, warga sudah waspada dan menjauh dari sungai,” ujar warga Desa Wringin Anom, Choirul Umam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi membenarkan adanya lahar dingin di Sungai Wringin Anom. Karenanya, pihaknya meminta masyarakat tetap berhati-hati, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Selain banjir di daerah dataran rendah, musim hujan begini juga harus waspada lahar dingin Bromo. Karena, Kabupaten Probolinggo memiliki Gunung Bromo. Terkadang, tidak ada hujan, malah terjadi lahar dingin. Kami minta tetap waspada, apalagi kalau sudah hujan lebih dari tiga jam, harus waspada,” jelasnya.

Anggit mengungkapkan, tidak hanya di kawasan bantara kali, terutama di sungai besar di kabupaten Probolinggo, seperti lahar dingin Bromo atau sungai di bagian timur kabupaten tetap waspada. Karena, tidak menutup kemungkin bencana banjir bisa terjadi kapan saja.

“Termasuk mewaspadai potensi banjir dan rawan longsor, apalagi saat ini juga ada faktor La Nina. Dengan kesiapsiagaan warga, paling tidak sudah berupaya mencegah terjadinya bencana dan menghindarinya,” ujarnya. (mas/rud/fun)

KURIPAN, Radar Bromo– Memasuki musim hujan, warga Kabupaten Probolinggo, diimbau lebih waspada. Terutama, warga yang bertempat tinggal atau beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Sebab, sewaktu-waktu bisa terjadi lahar dingin, meski di kawasan tersebut tidak hujan. Seperti terjai pada akhir pekan kemarin.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, lahar dingin Bromo, itu terpantau di Sungai Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Sabtu (14/11) lalu, lahar dingin mengalir di sungai tersebut. “Lahar dingin terjadi Sabtu sore kemarin. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Orang di sini sudah hafal, kalau ada suara air banter, apalagi siang hari dan tidak ada hujan. Jadi, warga sudah waspada dan menjauh dari sungai,” ujar warga Desa Wringin Anom, Choirul Umam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi membenarkan adanya lahar dingin di Sungai Wringin Anom. Karenanya, pihaknya meminta masyarakat tetap berhati-hati, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan.

“Selain banjir di daerah dataran rendah, musim hujan begini juga harus waspada lahar dingin Bromo. Karena, Kabupaten Probolinggo memiliki Gunung Bromo. Terkadang, tidak ada hujan, malah terjadi lahar dingin. Kami minta tetap waspada, apalagi kalau sudah hujan lebih dari tiga jam, harus waspada,” jelasnya.

Anggit mengungkapkan, tidak hanya di kawasan bantara kali, terutama di sungai besar di kabupaten Probolinggo, seperti lahar dingin Bromo atau sungai di bagian timur kabupaten tetap waspada. Karena, tidak menutup kemungkin bencana banjir bisa terjadi kapan saja.

“Termasuk mewaspadai potensi banjir dan rawan longsor, apalagi saat ini juga ada faktor La Nina. Dengan kesiapsiagaan warga, paling tidak sudah berupaya mencegah terjadinya bencana dan menghindarinya,” ujarnya. (mas/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/