alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Peserta Santri Entrepreneur Mulai Peka Terhadap Potensi Sekitar

PASURUAN, Radar Bromo – Sejumlah 40 peserta Lomba Santri Entrepreneur gelaran DKUPP Kota Probolinggo mulai bergerilya menimba ilmu tentang dunia wirausaha. Kemarin, santri dari 12 pesantren di Kota Probolinggo itu menimba ilmu ke Ponpes Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Di sana, mereka disambut langsung oleh Direktur Utama Air Minum Dalam Kemasan Santri Ahmad Edy Amin. Di perusahaan air minum ini, para peserta diajak berkeliling dan melihat langsung proses produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Santri.

Usai berkeliling, peserta berdiskusi dengan pria yang juga menjadi pengurus Toko Modern Basmalah itu. Beragam pertanyaan dilontarkan peserta. Salah satunya diungkapkan santri Ponpes Nurul Islam, Intifa’a. “Saat mengawali usaha, apa yang perlu diperhatikan. Termasuk tips untuk membangun usaha, mengingat pasti ada kendala dalam prosesnya,” ujarnya.

Mendapati itu, Edy mengatakan, yang paling penting ketika kali pertama berwirausaha harus melihat potensi sekitar. Minimal peka terhadap lingkungan sekitar, maka akan dapat melihat potensi yang ada.

“Awalnya, dulu kami juga berangkat dari koperasi ponpes. Jualannya sarung dan perlengkapan santri. Namun, saat ini Alhamdulillah kami bisa patenkan warna sarung. Dan sudah bisa memproduksi beberapa kodi,” ujarnya.

Menurutnya, mulai dari sana, timbul kepercayaan hingga mampu membuat pabrik AMDK Santri. “Mulanya, kami join dengan perusahaan air mineral lain. Karena seiring waktu batasan stok 12 ribu karton terpenuhi dan kami minta tambahan tidak bisa. Kami juga paham, mungkin bisa mengancam perusahaan mereka. Maka, kami pisah dan mendirikan pabrik sendiri pada 2010,” jelas Edy.

Edy menambahkan, dalam mengawali usaha, terpenting setelah melek pada potensi sekitar, selanjutnya harus dikembangkan. Jika perlu, jangan berhenti pada satu usaha. “Meski kami mempunyai pabrik air mineral Santri, saya berencana belajar tentang penggemukan kambing dan pohon sengon,” ujarnya.

Usai berdiskusi ringan, rombongan kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Tak lupa, para peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen istimewa ini. (rpd/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Sejumlah 40 peserta Lomba Santri Entrepreneur gelaran DKUPP Kota Probolinggo mulai bergerilya menimba ilmu tentang dunia wirausaha. Kemarin, santri dari 12 pesantren di Kota Probolinggo itu menimba ilmu ke Ponpes Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Di sana, mereka disambut langsung oleh Direktur Utama Air Minum Dalam Kemasan Santri Ahmad Edy Amin. Di perusahaan air minum ini, para peserta diajak berkeliling dan melihat langsung proses produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Santri.

Usai berkeliling, peserta berdiskusi dengan pria yang juga menjadi pengurus Toko Modern Basmalah itu. Beragam pertanyaan dilontarkan peserta. Salah satunya diungkapkan santri Ponpes Nurul Islam, Intifa’a. “Saat mengawali usaha, apa yang perlu diperhatikan. Termasuk tips untuk membangun usaha, mengingat pasti ada kendala dalam prosesnya,” ujarnya.

Mendapati itu, Edy mengatakan, yang paling penting ketika kali pertama berwirausaha harus melihat potensi sekitar. Minimal peka terhadap lingkungan sekitar, maka akan dapat melihat potensi yang ada.

“Awalnya, dulu kami juga berangkat dari koperasi ponpes. Jualannya sarung dan perlengkapan santri. Namun, saat ini Alhamdulillah kami bisa patenkan warna sarung. Dan sudah bisa memproduksi beberapa kodi,” ujarnya.

Menurutnya, mulai dari sana, timbul kepercayaan hingga mampu membuat pabrik AMDK Santri. “Mulanya, kami join dengan perusahaan air mineral lain. Karena seiring waktu batasan stok 12 ribu karton terpenuhi dan kami minta tambahan tidak bisa. Kami juga paham, mungkin bisa mengancam perusahaan mereka. Maka, kami pisah dan mendirikan pabrik sendiri pada 2010,” jelas Edy.

Edy menambahkan, dalam mengawali usaha, terpenting setelah melek pada potensi sekitar, selanjutnya harus dikembangkan. Jika perlu, jangan berhenti pada satu usaha. “Meski kami mempunyai pabrik air mineral Santri, saya berencana belajar tentang penggemukan kambing dan pohon sengon,” ujarnya.

Usai berdiskusi ringan, rombongan kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Tak lupa, para peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen istimewa ini. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/