alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Organda Keluhkan Solar yang Sulit Didapat di Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejak beberapa pekan terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah Probolinggo, sulit didapatkan. Bahkan, sejumlah SPBU membatasi pembelian. Tak ayal, kondisi ini banyak dikeluhkan warga. Terutama pengusaha jasa angkutan umum.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso mengatakan, terjadi kelangkaan BBM jenis solar di wilayah Probolinggo dan daerah lain. Bahkan, pembelian solar di SPBU dibatasi. Bus pengangkut penumpang rute Surabaya–Probolinggo, hanya dijatah Rp 50 ribu.

Jatah itu, kata Tomy, jelas tidak cukup. Karenanya, pihaknya meminta SPBU memprioritaskan angkutan umum. Mengingat angkutan umum untuk kepentingan umum. “Kami Organda, berharap ada kebijakan untuk angkutan umum. Supaya jasa angkutan umum mempunyai kepastian perjalanan terhadap penumpang. Bila dipaksa pakai Dexlite, perusahaan angkutan dipastikan rugi,” ujarnya.

Terpisah, Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra mengatakan, perekonomian dan mobilitas masyarakat mulai meningkat. Karenanya, pihaknya terus berusaha mengoptimalkan penyaluran BBM. Terutama jenis solar. Karena, solar merupakan jenis bahan bakar tertentu bersubsidi sehingga terdapat kuota yang sudah ditetapkan.

“Pertamina menjaga alokasi tersebut bisa cukup hingga akhir 2021. Pertamina juga mengimbau kepada pemilik kendaraan yang tidak layak menerima subsidi (mobil mewah, truk industri besar, dsb) untuk mengisi BBM jenis gasoil atau diesel, seperti Dexlite atau Pertamina Dex,” katanya, Senin (18/10).

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejak beberapa pekan terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah Probolinggo, sulit didapatkan. Bahkan, sejumlah SPBU membatasi pembelian. Tak ayal, kondisi ini banyak dikeluhkan warga. Terutama pengusaha jasa angkutan umum.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso mengatakan, terjadi kelangkaan BBM jenis solar di wilayah Probolinggo dan daerah lain. Bahkan, pembelian solar di SPBU dibatasi. Bus pengangkut penumpang rute Surabaya–Probolinggo, hanya dijatah Rp 50 ribu.

Jatah itu, kata Tomy, jelas tidak cukup. Karenanya, pihaknya meminta SPBU memprioritaskan angkutan umum. Mengingat angkutan umum untuk kepentingan umum. “Kami Organda, berharap ada kebijakan untuk angkutan umum. Supaya jasa angkutan umum mempunyai kepastian perjalanan terhadap penumpang. Bila dipaksa pakai Dexlite, perusahaan angkutan dipastikan rugi,” ujarnya.

Terpisah, Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra mengatakan, perekonomian dan mobilitas masyarakat mulai meningkat. Karenanya, pihaknya terus berusaha mengoptimalkan penyaluran BBM. Terutama jenis solar. Karena, solar merupakan jenis bahan bakar tertentu bersubsidi sehingga terdapat kuota yang sudah ditetapkan.

“Pertamina menjaga alokasi tersebut bisa cukup hingga akhir 2021. Pertamina juga mengimbau kepada pemilik kendaraan yang tidak layak menerima subsidi (mobil mewah, truk industri besar, dsb) untuk mengisi BBM jenis gasoil atau diesel, seperti Dexlite atau Pertamina Dex,” katanya, Senin (18/10).

MOST READ

BERITA TERBARU

/