alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

SMPN 6 dan SMPN 8 Kota Probolinggo Masih Kekurangan Siswa

WONOASIH, Radar Bromo – Memasuki tahun ajaran baru 2022-2023, belum semua pagu SMP Negeri di Kota Probolinggo terpenuhi. Dua SMP Negeri belum terpenuhi pagunya. Yaitu, SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 8.

Jumlah pagu di dua SMP Negeri ini masing-masing 224 siswa. SMP Negeri 8 saat ini memiliki 192 siswa yang dibagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi oleh 32 siswa. Saat ini, SMP Negeri 8 masih kekurangan 32 siswa atau satu rombel.

Sementara, SMP Negeri 6 baru memiliki 170 siswa yang terbagi dalam enam rombel. Setiap rombel memiliki 27 siswa. Sekolah ini kekurangan pagu sebanyak 54 siswa atau hampir dua rombel.

Kepala SMP Negeri 6 Eko Cahyono mengungkapkan, kondisi ini terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, jumlah siswa pernah mencapai 224-225. Namun, sejak 2019, jumlah siswa menurun drastis.

Selama pandemi Covid-19, SMP Negeri 6 memang digunakan sebagai ruang isolasi. Kondisi ini ditengarai membuat sejumlah orang tua waswas. Sehingga banyak siswa yang akhirnya pindah sekolah. Bahkan, tahun lalu ada lebih dari 10 siswa di kelas 7 yang pindah.

Kondisi itu diperkirakan masih memberikan dampak kurang baik. Buktinya, dari pagu tujuh rombel, sampai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung kemarin, enam rombel yang terisi. Karena itulah, pihaknya masih membuka pendaftaran siswa baru hingga awal Agustus.

“Dulunya siswa SMP Negeri 6 itu kebanyakan dari Kelurahan Wiroborang dan Sukoharjo. Cuma saat ini siswa dari wilayah itu sudah minim. Mereka lebih memilih ke SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 9,” ungkapnya.

WONOASIH, Radar Bromo – Memasuki tahun ajaran baru 2022-2023, belum semua pagu SMP Negeri di Kota Probolinggo terpenuhi. Dua SMP Negeri belum terpenuhi pagunya. Yaitu, SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 8.

Jumlah pagu di dua SMP Negeri ini masing-masing 224 siswa. SMP Negeri 8 saat ini memiliki 192 siswa yang dibagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi oleh 32 siswa. Saat ini, SMP Negeri 8 masih kekurangan 32 siswa atau satu rombel.

Sementara, SMP Negeri 6 baru memiliki 170 siswa yang terbagi dalam enam rombel. Setiap rombel memiliki 27 siswa. Sekolah ini kekurangan pagu sebanyak 54 siswa atau hampir dua rombel.

Kepala SMP Negeri 6 Eko Cahyono mengungkapkan, kondisi ini terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, jumlah siswa pernah mencapai 224-225. Namun, sejak 2019, jumlah siswa menurun drastis.

Selama pandemi Covid-19, SMP Negeri 6 memang digunakan sebagai ruang isolasi. Kondisi ini ditengarai membuat sejumlah orang tua waswas. Sehingga banyak siswa yang akhirnya pindah sekolah. Bahkan, tahun lalu ada lebih dari 10 siswa di kelas 7 yang pindah.

Kondisi itu diperkirakan masih memberikan dampak kurang baik. Buktinya, dari pagu tujuh rombel, sampai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung kemarin, enam rombel yang terisi. Karena itulah, pihaknya masih membuka pendaftaran siswa baru hingga awal Agustus.

“Dulunya siswa SMP Negeri 6 itu kebanyakan dari Kelurahan Wiroborang dan Sukoharjo. Cuma saat ini siswa dari wilayah itu sudah minim. Mereka lebih memilih ke SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 9,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/