alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Laki-Laki di Kota Probolinggo Cenderung Lebih Boros

KADEMANGAN, Radar Bromo – Dalam membelanjakan uang, laki-laki di Kota Probolinggo cenderung lebih boros dibanding perempuan. Rata-rata pengeluaran per kapita mereka bisa mencapai Rp 12,636 juta per tahun.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding kaum Hawa. Rata-rata pengeluaran per kapita perempuan di Kota Probolinggo sekitar Rp 11,876 juta per tahun. Perempuan dinilai cenderung lebih pandai mengelola keuangan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, pengeluaran per kapita masyarakat Kota Probolinggo tahun 2021 meningkat Rp 65 ribu dari sebelumnya. Pada 2020 mencapai Rp 12,18 juta, pada 2021 menjadi Rp 12,245 juta per tahun.

Dibandingkan 2017, ada kenaikan hingga Rp 855 ribu. Pada 2017, pengeluaran hanya mencapai Rp 11,39 juta. Kondisi ini berbanding lurus dengan pengeluaran sesuai gender yang juga meningkat.

“Menurut jenis kelamin, pengeluaran penduduk laki-laki di Kota Probolinggo pada 2021 lebih tinggi Rp 760 ribu dari perempuan. Tapi, ini positif. Berarti kemampuan perekonomian masyarakat mengalami peningkatan,” jelasnya.

Secara jenis kelamin, sejak 2017, pengeluaran laki-laki dan perempuan sama-sama meningkat. Saat itu, laki- laki mengeluarkan uang Rp 11,417 juta per tahun, sedangkan perempuan sekitar Rp 11,108 juta.

Pada 2018 meningkat. Pengeluaran laki-laki Rp 12,148 juta, perempuan Rp 11,419 juta. Pada 2019, pengeluaran laki-laki naik menjadi Rp 12,638 juta, sedangkan perempuan menjadi Rp 11,914 juta.

Namun, saat pandemi Covid-19 pada 2020, pengeluaran perempuan turun menjadi Rp 11,805 juta dan laki-laki turun menjadi Rp 12,587 juta.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Dalam membelanjakan uang, laki-laki di Kota Probolinggo cenderung lebih boros dibanding perempuan. Rata-rata pengeluaran per kapita mereka bisa mencapai Rp 12,636 juta per tahun.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding kaum Hawa. Rata-rata pengeluaran per kapita perempuan di Kota Probolinggo sekitar Rp 11,876 juta per tahun. Perempuan dinilai cenderung lebih pandai mengelola keuangan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan, pengeluaran per kapita masyarakat Kota Probolinggo tahun 2021 meningkat Rp 65 ribu dari sebelumnya. Pada 2020 mencapai Rp 12,18 juta, pada 2021 menjadi Rp 12,245 juta per tahun.

Dibandingkan 2017, ada kenaikan hingga Rp 855 ribu. Pada 2017, pengeluaran hanya mencapai Rp 11,39 juta. Kondisi ini berbanding lurus dengan pengeluaran sesuai gender yang juga meningkat.

“Menurut jenis kelamin, pengeluaran penduduk laki-laki di Kota Probolinggo pada 2021 lebih tinggi Rp 760 ribu dari perempuan. Tapi, ini positif. Berarti kemampuan perekonomian masyarakat mengalami peningkatan,” jelasnya.

Secara jenis kelamin, sejak 2017, pengeluaran laki-laki dan perempuan sama-sama meningkat. Saat itu, laki- laki mengeluarkan uang Rp 11,417 juta per tahun, sedangkan perempuan sekitar Rp 11,108 juta.

Pada 2018 meningkat. Pengeluaran laki-laki Rp 12,148 juta, perempuan Rp 11,419 juta. Pada 2019, pengeluaran laki-laki naik menjadi Rp 12,638 juta, sedangkan perempuan menjadi Rp 11,914 juta.

Namun, saat pandemi Covid-19 pada 2020, pengeluaran perempuan turun menjadi Rp 11,805 juta dan laki-laki turun menjadi Rp 12,587 juta.

MOST READ

BERITA TERBARU

/